INDOZONE.ID - Daripada bingung mencari tempat untuk menghabiskan waktu, kenapa tidak mencoba pengalaman yang lebih dari sekadar hiburan? Di M Bloc Space, ada instalasi imersif yang mengajak pengunjung menyelami realitas sosial dalam bentuk visual yang interaktif. Instalasi ini buka dari tanggal 8-16 Februari 2025.
Di sini, kamu akan merasakan pengalaman berbeda dari beberapa ruangan yang dikemas dalam bentuk dan cara unik dalam menyampaikan pesan mendalam.
Dari refleksi awal tentang ekspektasi sosial hingga cerminan diri di tengah opini dan stereotip yang terus bersahutan. Penasaran apa saja? Simak selengkapnya.
1. Prologue Room
Di Prologue Room, pengunjung diajak menonton manifesto yang menggugah. menyoroti berbagai tekanan sosial dan judgment yang sering memisahkan kita. Dinding-dinding dipenuhi dengan proyeksi kata-kata, stereotip, dan realitas sosial yang sering terdengar dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap sudut menghadirkan pengalaman unik dengan adanya tatapan mata yang seolah mengawasi, juga suara-suara yang terus bersahutan. Ruangan ini menyampaikan narasi tentang keresahan eksistensi kita sebagai generasi Z dan generasi lainnya di tengah masyarakat yang kerap memandang sebelah mata.
Saya merasa diajak untuk melihat ulang realitas, mempertanyakan ekspektasi, dan memahami posisi diri di tengah hiruk-pikuk dunia modern. Setelah menyelami prolog yang penuh makna, perjalanan berlanjut ke Generation Labelling.
2. Generation Labelling
Ruangan ini berbentuk kapsul waktu interaktif yang menggambarkan tantangan serta label yang sering disematkan pada berbagai generasi. Di sini, pengunjung akan menuliskan nama dan tahun lahir pada layar interaktif. Setelah itu, layar akan menampilkan label generasi sesuai tahun kelahiran.
Misalnya:
• Jika memasukkan tahun lahir 2001, maka akan muncul berbagai label khas generasi Z.
• Jika memasukkan tahun lahir 1994, maka akan muncul label yang biasa diberikan kepada generasi milenial.
Ruangan ini mengajak pengunjung untuk menyadari bagaimana label generasi sering kali mengotak-ngotakkan seseorang, padahal setiap individu memiliki pengalaman dan perjalanan uniknya sendiri.
Setelah memahami bagaimana generasi dikategorikan, pengunjung melanjutkan eksplorasi ke ruangan Appearance.
3. Appearance
Ruangan ini penuh dengan simbol pop-up berbentuk bibir, yang melambangkan banyaknya komentar sosial terkait penampilan seseorang. Seringkali, penampilan menjadi bahan perbincangan dan memunculkan stigma tertentu, seperti:
"Cewek cantik tapi ngerokok?"
"Cowok gondrong pasti urakan."
"Kok pakaiannya gitu, sih?"
Di ruangan ini, pengunjung dapat membuat avatar digital yang mencerminkan diri mereka tanpa takut akan kritikan atau stereotip yang selama ini membatasi ekspresi. Setiap orang berhak menentukan bagaimana mereka ingin tampil dan dikenal.
Setelah menjelajahi isu penampilan, pengalaman berlanjut ke Zodiac Spark, ruangan yang membahas stereotip zodiak.
4. Zodiac Spark
Banyak orang sering menghubungkan kepribadian seseorang dengan zodiaknya. Gemini sering disebut "red flag", Virgo "terlalu cerewet", Leo "high maintenance", dan sebagainya. Padahal, setiap individu lebih kompleks dari sekadar label bintang lahir mereka.
Di ruangan ini, pengunjung akan memasuki labirin cahaya neon yang menggambarkan kehidupan masing-masing zodiak. Mereka juga bisa mengambil kartu "Ramalan BINTANG" yang berisi statement positif tentang zodiak mereka, serta berpartisipasi di wall zodiak, tempat mereka bisa menuliskan pandangan mereka sendiri tentang stereotip zodiak.
Setelah membongkar stigma zodiak, perjalanan berlanjut ke Beyond 9 to 5, yang membahas label dalam dunia pekerjaan.
5. Beyond 9 to 5
Di dunia kerja, banyak profesi yang dianggap tidak konvensional dan sering kali dipandang sebelah mata. Ruangan ini menantang persepsi tersebut dengan mesin foto AI, di mana pengunjung dapat melihat diri mereka dalam berbagai profesi unik seperti:
• Dukun beranak
• Atlet lari
• Manusia silver, dll
Instalasi ini menyoroti bagaimana stereotip pekerjaan membatasi cara pandang kita terhadap kesuksesan. Bukan hanya profesi yang dianggap “serius” yang memiliki nilai—setiap individu memiliki jalannya sendiri dalam menemukan keberhasilan.
Setelah melewati ruangan ini, pengunjung tiba di ruangan terakhir yang menjadi puncak perjalanan: Tanpa Syarat dan Ketentuan.
6. Ruang Tanpa Syarat dan Ketentuan
Di ruangan ini, pengunjung didorong untuk melepaskan label-label yang mereka dapatkan di ruangan sebelumnya dan menempelkannya pada totem BINTANG merah raksasa. Ini menjadi bentuk deklarasi bahwa mereka tidak lagi terikat oleh stereotip dan judgment sosial.
Ruang ini menegaskan bahwa setiap orang berhak menjalani hidupnya tanpa syarat dan ketentuan yang dipaksakan oleh masyarakat.
Dunia Tanpa Syarat di M Bloc Space memberikan pengalaman transformatif yang mengajak pengunjung untuk merenungkan, mempertanyakan, dan membebaskan diri dari label sosial.
Dengan menjelajahi tujuh ruangan imersif ini, pengunjung diajak untuk memahami bahwa identitas seseorang tidak bisa didefinisikan oleh stereotip yang diberikan oleh orang lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung