Senin, 11 NOVEMBER 2024 • 11:04 WIB

Menyusuri Kejayaan Keraton Kasepuhan, Pusat Sejarah dan Budaya Cirebon

Author

Banfunan Keraton Kesepuhan Cirebon.

INDOZONE.ID - Keraton Kasepuhan, salah satu objek wisata unggulan di Cirebon, Jawa Barat, menawarkan pengalaman yang memadukan sejarah dan budaya yang kaya.

Tempat ini tak hanya menyajikan arsitektur megah, tetapi juga kisah panjang tentang kerajaan yang pernah berjaya di wilayah Cirebon.

Menurut informasi yang dilansir dari cirebonkota.go.id, Keraton Kasepuhan dulunya bernama Keraton Pakungwati, yang didirikan pada tahun 1529 M oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II, atau Panembahan Pakungwati I.

Dia adalah cicit dari Sunan Gunung Jati yang menggantikan tahta kakeknya. Keraton ini menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Caruban Nagari yang dipimpin oleh Syekh Syarif Hidayatullah, tokoh penting dalam penyebaran Islam di Cirebon.

Baca Juga: Mau Lihat Kerangka Paus Raksasa? Mampir ke Museum Keraton Sumenep Aja

Nama "Pakungwati" sendiri berasal dari Ratu Dewi Pakungwati, putri dari Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati.

Dewi Pakungwati dikenal sebagai wanita berbudi luhur yang turut mendampingi suami dalam memimpin kerajaan dan menyayangi rakyatnya.

Sementara itu, nama "Kasepuhan" baru digunakan setelah pelantikan Sultan Sepuh I, PR Samsudin Martawijaya, pada tahun 1679.

Daya Tarik Wisata di Keraton Kasepuhan

Salah satu sudut di dalam Keraton Kasepuhan Cirebon.

Keraton Kasepuhan tidak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga memiliki berbagai daya tarik wisata. Salah satunya adalah acara kirab budaya, yang merupakan pawai budaya tahunan yang diikuti oleh berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Acara ini menjadi momen untuk melihat berbagai ragam seni dan budaya dari berbagai daerah yang berbaur di Cirebon.

Selain itu, pengunjung juga dapat mengunjungi museum di dalam keraton yang menyimpan berbagai benda peninggalan sejarah dari kesultanan terdahulu.

Beberapa koleksi menarik di antaranya adalah Kereta Singabarwang, yang digunakan untuk kirab sultan, serta berbagai peralatan tradisional seperti ketam (alat pertanian).

Baca Juga: Kunjungi Sanggar Seni dan Pusat Batik Trusmi, Alam Ganjar Nilai Cirebon Berpotensi Jadi Destinasi yang Diburu Wisatawan

Di museum ini, Anda juga bisa menemukan senjata tradisional, meriam, tusuk konde, perhiasan pengantin, ukiran kayu, dan gamelan sekaten. Semua koleksi tersebut dijaga dengan sangat baik dan rutin dibersihkan.

Proses pembersihan koleksi keraton dilakukan dengan cara yang sangat hati-hati. Setiap hari Selasa, petugas membersihkan benda-benda koleksi, seperti meriam dan gamelan, dengan menggunakan kuas dan lap.

Namun, pembersihan koleksi seperti keris dilakukan dengan lebih khusus, menggunakan air kelapa dan air jeruk. Ritual tahunan untuk membersihkan koleksi keraton diadakan pada tanggal 1 Sura, yang diiringi dengan ritual khusus untuk menjaga kesucian dan kelestarian benda-benda bersejarah tersebut.

Dengan segala kekayaan sejarah dan budaya yang dimilikinya, Keraton Kasepuhan menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi bagi mereka yang ingin merasakan langsung atmosfer sejarah Cirebon dan Jawa Barat.


Banner Z Creators Univ Muhammadiyah Malang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cirebonkota.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU