Wisata Heritage Kampung Kemasan Gresik: Jejak Peninggalan Kejayaan Pribumi pada Masa Kolonial
INDOZONE.ID - Gresik salah satu kota dengan pengaruh besar dalam penyebaran Islam. Hal itu terbukti dari peninggalan masa lalu yang masih terawat sampai sekarang.
Ada beberapa destinasi wisata heritage ternama, salah satunya Kampung Kemasan, beralamatkan Jalan Nyai Ageng Arem-Arem.
Sebagai area wisata budaya, Kampung Kemasan menyimpan sisa kejayaan pada masa lampau.
Gaya arsitektur bangunan di sepanjang jalan Kampung Kemasan, membuktikan bahwa peradaban saat itu sangat tinggi. Bahkan, sekarang beberapa bangunan masih kukuh berdiri, seperti tidak lekang oleh perubahan zaman yang makin modern.
Baca Juga: Tanpa Kubah, Masjid di Gresik Ini Terlihat Unik karena Berbentuk seperti Perahu
Nah, daripada penasaran. Yuk, simak penjelasan singkat berikut, tentang seluk-beluk Kampung Kemasan Gresik yang kental akan nilai sejarah dan budaya.
Berdasarkan sumber yang diperoleh dari hasil pantauan YouTube Bunda Jasmine Channel, ada beberapa keunikan tersendiri tentang Kampung Kemasan sampai dinobatkan sebagai wisata heritage Gresik.
Asal Usul Deretan Bangunan Heritage di Kampung Kemasan
Tempat satu ini menjadi incaran wisatawan lokal maupun mancanegara. Sebab, kemajuan pada gaya bangunan yang beda dengan lainnya. Bahkan, ciri khas Kolonial masih melekat jelas.
Nuansa klasik bergaya Eropa dan Cina memenuhi seluruh bangunan, yang punya arti tersendiri. Seolah berada di dalam dua negara tersebut.
Baca Juga: Dulu Disebut Desa Gila, Lontar Sewu Sekarang Jadi Wisata Keren Andalan Gresik
Awal mula terbentuknya kampung heritage ini terjadi pada abad 19, tepatnya 1860, saat ada seorang keturunan Tionghoa tinggal di sana. Ia disebut memiliki keahlian berkaitan dengan memperbaiki emas.
Makin hari ia bertambah populer hingga banyak orang memanfaatkan keahliannya tersebut dengan berkunjung ke tempatnya. Itu mengawali munculnya nama Kampung Kemasan.
Sosok lain yang menyulap wilayah tersebut jadi terkenal, yakni pengusaha kulit dan liur walet asli pribumi. Ia punya tujuh anak, serta membangun beberapa rumah di sana untuk ditinggali buah hatinya.
Itu jadi cikal bakal bangunan pertama hingga bermunculan rumah-rumah lain. Maka tidak heran, kalau dulu kawasan tersebut sangat maju, vibes itu masih terasa juga saat ini.
Baca Juga: Masya Allah! Mirip Istana Alhambra, Masjid di Gresik Ini Punya Kolam Terapi Ikan
Gaya Arsitektur Klasik Berkelas Perpaduan 2 Budaya
Rumah-rumah megah yang masih berdiri tegak di kampung heritage ini, ternyata sudah punya nilai seni tinggi pada masanya hingga sekarang. Desain menggunakan kombinasi gaya arsitektur Eropa serta Cina.
Hal tersebut dapat terlihat pada bentuk pilar kukuh, bangunan tinggi tingkat, pintu dan jendela lebar sebagai ciri khas gaya rumah atau bangunan kolonial.
Sementara itu, style Cina hadir pada warna bangunan dominan merah, ornamen serta arah rumah selalu memakai fengshui. Alasan memakai desain identik negara tersebut karena pribumi belum mampu membuat hunian yang megah.
Narator mengungkap, pribumi terbiasa membangun rumah dari bahan kayu. Seiring berjalannya waktu, mereka mampu mengimbangi dengan model hunian, seperti yang dibangun orang Cina.
Baca Juga: FOTO: Museum dari Botol Plastik di Kabupaten Gresik
Waktu Tepat untuk Berkunjung
Wisatawan yang hendak mengunjungi kampung heritage di Gresik, sebaiknya datang waktu pagi atau sore hari. Sebab, sinar matahari tidak terik sehingga cocok berfoto ria.
Kampung Kemasan menjadi kawasan heritage karena alasan khusus, yakni masih banyak bangunan di sana bertahan sampai 100 tahun. Narator mengungkap dari 23, ada 16 yang tetap kukuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube Bunda Jasmine Channel