INDOZONE.ID - Pulau Savu atau Sabu merupakan salah satu Pulau di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang belum terlalu populer dibanding beberapa pulau lainnya.
Akses menuju pulau ini juga untuk sementara hanya tersedia pesawat kecil Susi Air dan Kapal Laut ASDP atau Kapal Cepat Cantika.
Sabu masih sangat alami dan belum terlalu banyak dikunjungi wisatawan. Meskipun begitu, pulau ini memiliki beragam pilihan destinasi wisata baik bahari, gua, budaya dan kearifan lokal.
Berikut beberapa destinasi unggulan yang wajib kamu kunjugi jika berkunjung ke Pulau Sabu NTT.
Kelabba Madja
Destinasi unggulan yang paling banyak diincar ini kerap menjadi alasan utama orang datang berkunjung ke Sabu. Tempat ini menawarkan panorama perbukitan dan lembah dengan degradasi merah marun, merah muda, coklat dan kelabu bak sapuan kuas yang menakjubkan.
Konon, degradasi seperti ini hanya ada di Grand Canyon yang terletak di kawasan Arizona, serta Zhangye Danxia yang dikenal sebagai Gunung Pelangi di China.
Terdapat juga pilar-pilar batu jenis granit berwarna merah muda kecoklatan yang puncaknya seperti jamur.
Tempat ini juga digunakan sebagai lokasi untuk melakukan ritual adat, yang biasanya dilakukan saat purnama bulan Juli dengan mempersembahkan korban sembelih berupa kambing atau ayam merah.
Jaraknya hanya sekitar 28 kilometer dari Kota Seba dengan akses jalan yang tergolong baik.
Kampung Adat Namata
Kampung adat ini terletak di Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, NTT. Jaraknya tak jauh dari Bandara Terdamu, sekitar 2,5 kilometer atau 10 menit perjalanan.
Letaknya agak jauh dari pemukiman, dan hanya terdapat beberapa rumah tradisional, ada yang berpenghuni dan ada pula yang hanya untuk menyimpan benda pusaka.
Begitu tiba, mata pengunjung akan tertuju pada beberapa batu megalitik berwarna kehitaman dengan beragam bentuk. Bebatuan ini memiliki nama dengan fungsi berbeda-beda yang juga digunakan untuk sarana upacara adat.
Umumnya pengunjung yang datang menyewa pakain adat setempat dan berfoto dengan latar megalitik yang sekilas terkesan magis.
Baca Juga: Jadi Tujuan Liburan Selebriti, Intip Pesona Air Terjun Lapopu di Sumba Barat
Gua Mebala
Terletak di Desa Eimau, Kecamatan Sabu Tengah yang dapat diakses dengan menggunakan kendaraan pribadi roda dua atau empat sekitar 30 menit dari Kota Seba.
Objek ini menjadi salah satu penyangga destinasi utama Kelabba Madja. Daya tariknya berupa gua tak berair dan dinding yang bercorak, dengan batuan mirip menhir yang terlihat sangat indah.
Bagian atas gua memiliki lubang, sehingga saat berkunjung sekitar pukul 11.00-13.00 WITA cahaya akan menerobos masuk bak cahaya surga yang paling sering dimanfaatkan oleh pengujung untuk mengambil gambar.
Pantai Cemara
Pantai berpasir putih halus dengan vegetasi pohon cemara serta dinding batu menyempurnakan keindahannya. Di sini pengunjung dapat melakukan aktivitas renang, melihat aktivitas nelayan rumput laut serta melihat proses pembuatan garam secara tradisional dengan menggunakan media kerang kima berukuran besar.
Terletak di Desa Jiwuwu, Kecamatan Sabu Tengah yang dapat diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat dengan jarak sekitar 18 kilometer dari Pelabuhan Seba atau sekitar 30 menit.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat air setengah pasang.
Panta Raemea
Raemea berasal dari dua kata, yakni Rae artinya Kampung dan Mea artinya Merah. Pantai berair tenang ini sangat cocok untuk melakukan aktivitas renang, apalagi di sini tersedia air untuk bilas.
Di sini pengunjung juga dapat melihat aktivitas petani rumput laut dan pembuatan garam secara tradisional.
Daya tarik utamanya berupa tebing berwarna merah kecoklatan yang nampak eksotis dengan lekukan yang teratur.
Pantai ini menjadi salah satu objek wisata yang fasilitasnya paling baik dan lengkap di Pulau Sabu.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung