INDOZONE.ID - Masjid Jami' Sumenep atau yang lebih dikenal dengan Masjid Agung menjadi salah satu landmark yang membanggakan.
Masjid ini bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga masterpiece arsitektur yang mencerminkan keberagaman budaya di Sumenep.
Dikenal sebagai salah satu dari sepuluh masjid tertua di Nusantara, Masjid Jami' Sumenep memukau dengan arsitekturnya yang khas.
Terletak di pusat Kota Sumenep yang berseberangan dengan Taman Bunga Potre Koneng, tepatnya di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kota Sumenep.
Masjid yang memiliki luas 100 meter x 100 meter ini mampu menampung hingga 2.000 jamaah. Dibangun pada masa pemerintahan Panembahan Somala, Penguasa Sumenep ke-31.
Masjid ini didesain oleh seorang arsitek berkebangsaan Cina bernama Lauw Piango yang juga perancang kompleks Keraton Sumenep. Arsitekturnya memadukan unsur-unsur kebudayaan seperti Tiongkok, Eropa, Jawa, dan Madura.
Desain Pintu gerbang utama Masjid Jami' Sumenep mencerminkan kebudayaan Tiongkok yang mengingatkan pada tembok raksasa di Cina yang megah. Namun, keunikan arsitektur ini tidak berhenti di pintu gerbang saja.
Interior masjid ini memikat pengunjung dengan pengaruh Tiongkok yang kuat. Mimbar, mihrab, dan maksurah dihiasi dengan keramik porselen dari Cina, sehingga menciptakan suasana yang sangat kental.
Selain itu, bagian atap bangunan terinspirasi oleh budaya Jawa, sedangkan pewarnaan pintu utama dan jendelanya mengambil nuansa budaya Madura.
Masjid ini memiliki menara setinggi 50 meter yang mengesankan berbentuk persegi enam, meskipun ukurannya lebih rendah dari Kubah Masjid, namun kubah ini melambangkan rukun iman keenam dalam agama Islam.
Sementara di dalam masjid, terdapat 13 pilar besar yang membentuk persegi empat, mewakili kesatuan dalam ibadah salat berjamaah.
Masjid Jami' Sumenep memiliki mihrab ganda, tempat imam dan makmum shalat, yang mengharuskan makmum bersuara nyaring karena belum ada pengeras suara pada masa itu.
Sedangkan Pintu depan masjid ada lima, dengan pintu paling besar ditengahnya. Pintu besar ini dihiasi dengan ukiran relief berbentuk pohon menjalar, bunga, dan buah.
Pembangunan Masjid Jami' Sumenep dimulai pada tahun 1779 dan selesai pada tahun 1787 Masehi. Sejak saat itu, masjid ini menjadi bagian tak terpisahkan dari Keraton Sumenep dan difungsikan sebagai tempat ibadah untuk keluarga keraton dan masyarakat umum di Sumenep.
Masjid Jami' Sumenep telah menjadi daya tarik wisatawan domestik dan internasional. Banyak tokoh penting Indonesia, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Uno, yang takjub dan memilih melaksanakan ibadah shalat berjamaah di masjid ini saat berkunjung ke Sumenep.
Dengan keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya yang mendalam, Masjid Jami' Sumenep terus menjadi kebanggaan warga Sumenep dan warisan budaya yang patut dijaga yang menawarkan pandangan mengesankan tentang keragaman budaya di Nusantara.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators