Riset: Medsos dan AI Ubah Gaya Traveling, Perjalanan Wisata Tetap Tinggi di Tengah Tantangan Ekonomi
INDOZONE.ID - Perkembangan media sosial dan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin mempengaruhi cara masyarakat merencanakan perjalanan wisata. Di saat yang sama, minat traveling disebut tetap tinggi meski kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan.
Hal tersebut tergambar dalam laporan tahunan Klook Travel Pulse 2026 yang dirilis platform perjalanan Klook melalui acara Klook Explore: “Where Travel is Heading Next”.
Riset yang melibatkan lebih dari 11.000 responden di Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Serikat itu menyoroti perubahan perilaku wisatawan, khususnya generasi Milenial dan Gen Z yang kini menjadi kelompok dominan dalam industri pariwisata.
Dalam laporan tersebut, Klook menemukan bahwa masyarakat tetap menjadikan traveling sebagai bagian penting dari gaya hidup modern. Bahkan, mayoritas wisatawan Indonesia disebut tetap memprioritaskan perjalanan wisata dan berencana meningkatkan anggaran traveling mereka pada 2026.
Selain itu, pola perjalanan wisata juga mengalami perubahan. Traveler kini tidak lagi sekadar mengejar destinasi populer, tetapi lebih mencari pengalaman yang dianggap personal dan autentik.
Eksplorasi budaya lokal, aktivitas wisata unik, hingga pengalaman yang memberikan keterhubungan emosional menjadi pertimbangan utama dalam menentukan perjalanan.
Baca juga: Dukungan Pemerintah, Kemenpar Siapkan Paket Wisata Gastronomi untuk Kota Padang
“Klook Travel Pulse merupakan laporan tahunan dari Klook yang kami hadirkan untuk memahami bagaimana perilaku traveler global terus berkembang dari waktu ke waktu,” ujar Klook General Manager Singapore, Indonesia, Malaysia, dan Thailand Sarah Wan.
“Saat ini, traveler tidak lagi hanya berfokus pada destinasi yang ingin dikunjungi, tetapi juga semakin mempertimbangkan pengalaman apa yang bisa mereka rasakan selama perjalanan tersebut,” lanjutnya.
Menurut Sarah, wisatawan kini cenderung mencari perjalanan yang lebih relevan dengan minat pribadi dan mampu menghadirkan pengalaman yang berkesan.
Di sisi lain, media sosial dan AI disebut semakin berperan besar dalam proses perjalanan wisata, mulai dari mencari inspirasi destinasi, menyusun itinerary, hingga melakukan transaksi perjalanan.
Kombinasi keduanya membuat proses perencanaan wisata menjadi lebih praktis, cepat, dan personal.
Klook mencatat hampir seluruh traveler Indonesia saat ini mendapatkan inspirasi perjalanan dari konten digital, baik melalui video, rekomendasi content creator, ulasan pengalaman, maupun destinasi hidden gems yang viral di media sosial.
Baca juga: 5 Tempat Wisata di Tidore yang Tawarkan Keindahan Alam dan Pengalaman Tak Terlupakan
Head of Marketing Klook Indonesia Christy Olivia mengatakan media sosial kini berkembang menjadi ruang pencarian referensi wisata bagi masyarakat.
“Meningkatnya minat terhadap destinasi dan pengalaman yang lebih personal ini tidak lepas dari besarnya pengaruh konten digital dan media sosial dalam proses travel discovery,” ujar Christy.
Fenomena tersebut juga mendorong berkembangnya komunitas kreator perjalanan seperti Klook Kreator yang saat ini telah bekerja sama dengan lebih dari 30.000 kreator di 88 negara.
Melalui konten perjalanan yang dinilai lebih autentik dan dekat dengan keseharian audiens, para kreator membantu traveler menemukan pengalaman wisata yang lebih personal.
Klook menyebut tren tersebut turut memengaruhi pilihan destinasi wisata traveler Indonesia. Meski Jepang masih menjadi salah satu tujuan favorit, minat terhadap kota-kota sekunder mulai meningkat karena dianggap menawarkan pengalaman yang lebih autentik dan tidak terlalu padat wisatawan.
Beberapa kota yang disebut mengalami peningkatan minat antara lain Hiroshima, Nagoya, Shizuoka, dan Sapporo.
Melalui laporan Klook Travel Pulse 2026, perusahaan ingin memberikan gambaran mengenai arah perkembangan industri perjalanan sekaligus memperkuat layanan wisata yang lebih seamless dan relevan dengan kebutuhan traveler masa kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release