INDOZONE.ID - Pesawat merupakan transportasi paling aman di dunia. Akan tetapi, jika terjadi hal buruk dalam perjalanan di pesawat, kursi mana yang paling aman?
Itu merupakan pertanyaan klasik yang kerap ditanyakan ke orang-orang. Sebab, meski diklaim transportasi teraman, kecelakaan pesawat kerap menimbulkan banyak korban jiwa.
Bahkan, jarang ditemui korban selamat dalam sebuah kecelakaan pesawat. Oleh sebab itu, banyak orang ingin tahu di mana kursi yang aman di pesawat. Setidaknya, perasaan akan makin tenang jika menduduki kursi tersebut.
Apalagi, ada contohnya nyata orang yang selamat dari kecelakaan pesawat saat penumpang lainnya meninggal dunia.
Orang beruntung itu adalah Viswashkumar Ramesh yang selamat dari kecelakaan pesawat Air India pada tahun lalu. Kecelakaan itu menewaskan 241 orang, kecuali Ramesh yang duduk di kursi 11a dalam perjalanan dari Ahmedabad, India, ke London, Inggris.
Baca juga: Jangan Mau Rugi! Inilah Daftar Hak Penumpang saat Pesawat Delay Menurut Aturan Kemenhub
Duduk di Mana Paling Aman?
Berdasarkan studi Dewan Keselamatan Transportasi Nasional pada 2017 yang menelaah 20 kecelakaan pesawat sejak 1971, mereka yang duduk di belakang dan dekat sayap pesawat punya peluang lebih tinggi untuk hidup daripada di depan.
Sementara itu, studi oleh TIME pada 2015 menemukan bahwa kursi tengah di bagian belakang pesawat punya tingkat kematian terendah. Kursi dengan peluang risiko terbesar ada di lorong sepertiga bagian tengah kabin.
Namun, dua studi itu tidak menjawab kisah Ramesh yang selamat dari kecelakaan pesawat meski duduk dekat bagian depan.
Mantan insinyur sistem dan perangkat lunak industri penerbangan komersial dan mantan profesor madya avionik serta sistem pesawat terbang di UWE Bristol, Steve Wright, menilai kisah Ramesh tidak lazim.
Ia pun mengaitkan keajaiban yang dialami Ramesh, dengan kronologi kecelakaan kala hidung pesawat Air India lebih tinggi saat menukik ke tanah. Itu membuat Ramesh yang ada di dekat bagian depan selamat.
Baca juga: Jangan Sampai Disita! Ini Daftar Barang yang Tidak Boleh Dibawa ke Kabin Pesawat
“Ketika sebuah pesawat jatuh, biasanya bagian hidungnya yang pertama, yang tentu saja menjelaskan mengapa kursi 11a akan menjadi yang pertama merasakan benturan,” kata Wright, dikutip dari TIME, Kamis (13/3/2026).
Wright menjelaskan, bahwa tempat teraman biasanya dekat sayap pesawat. Sebab, terdapat lebih banyak dukungan untuk melindungi penumpang jika kecelakaan terjadi.
Pendapat lain soal selamatnya Ramesh juga datang dari pengacara penerbangan dari firma hukum Motley Rice, Jim Braucle, menilai tempat duduk Ramesh di sebelah pintu ke luar darurat dan depan sayap pesawat.
Tempat duduk Ramesh pun ada di sebelah jendela, tepat di belakang kelas bisnis di pesawat Boeing 787. Secara struktural, menurut Braucle, itu bagian terkuat dari pesawat.
“Secara struktural pada pesawat, bagian terkuat jelas ada di tempat sayap bertemu,” kata Braucle.
Baca juga: Sering Cek Harga Malah Makin Mahal? Ini Trik Beli Tiket Pesawat Agar Tidak 'Dikerjai' Algoritma
“Dan, dia dekat dengan pintu keluar, saya tahu dia tidak keluar karena ada di balik puing-puing, tapi area tersebut diperkuat sehingga, jika terjadi kecelakaan, pintu tidak akan berubah bentuk, sehingga orang dapat melarikan diri,” jelasnya.
Selain itu, Braucle menilai ruang tambahan di baris kursi dekat pintu keluar, juga dapat menyelamatkan nyawa.
Senada dengan Braucle, duduk di dekat pintu darurat amat penting menurut Wright. Sebab, sebagian besar keadaan darurat tidak terkait kecelakaan, tapi insiden di landasan pacu.
“Bahaya yang paling mungkin dihadapi di dalam pesawat adalah di landasan pacu ketika terjadi sesuatu yang tidak beres, berpotensi kebakaran,” ungkap Wright.
“Dalam hal ini, sebenarnya tidak masalah pintu keluar mana yang dipilih, tetapi intinya, kamu ingin keluar dari pesawat secepat mungkin,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TIME