INDOZONE.ID - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memprediksi sekitar 700 ribu wisatawan akan masuk ke Kota Bandung selama periode libur Lebaran 2026.
Menurut Farhan, jumlah tersebut memang tidak setinggi momentum libur Tahun Baru, karena arus perjalanan masyarakat saat Lebaran cenderung terpecah ke berbagai jalur mudik.
“Kalau Tahun Baru biasanya tidak ada arus mudik keluar kota, sehingga hampir semua berlibur ke Bandung. Saat Lebaran, arusnya terpecah ke jalur mudik Pantura, Garut, Tasikmalaya, hingga Jawa Tengah,” ujar Farhan di Bandung, Senin (3/3/2026).
Baca juga: Diskon Tarif Tol 30 Persen Berlaku H-9 Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruasnya
Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, pergerakan masyarakat yang masuk ke Bandung selama libur Idul Fitri berada di kisaran 600 ribu hingga 700 ribu orang.
Kota Tujuan Sekaligus Transit
Farhan menegaskan Bandung memiliki posisi ganda sebagai kota tujuan wisata, sekaligus kota transit menuju sejumlah destinasi favorit di Jawa Barat.
“Bandung ini kota tujuan wisata sekaligus kota transit. Mau ke Ciwidey atau ke Lembang pasti lewat pusat Kota Bandung. Artinya, beban lalu lintas dan mobilitas masyarakat akan sangat tinggi,” katanya.
Sejumlah titik yang diprediksi mengalami kepadatan antara lain kawasan pusat Kota Bandung, jalur menuju Lembang, serta kawasan wisata Ciwidey.
Koordinasi Lintas Sektor
Mengantisipasi lonjakan mobilitas, Pemerintah Kota Bandung akan memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dalam pengaturan lalu lintas dan pengamanan kawasan strategis.
Baca juga: 6 Tempat Makan 24 Jam di Bandung: Bisa Jadi Tempat Nongkrong dan Sahur
Farhan menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung untuk memetakan titik rawan kemacetan serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kita akan identifikasi lebih lanjut titik rawannya. Prinsipnya, Kota Bandung siap siaga,” ujarnya.
Pemkot Bandung berharap kesiapan tersebut dapat menjaga kelancaran arus wisata dan memastikan kenyamanan masyarakat selama momen Lebaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA