Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 20:00 WIB

Rumah Sandi Dukuh: Dari Markas Rahasia Perang ke Destinasi Edukasi Berkelas

Author

Kegiatan Rumah Sandi Dukuh: Wellness Tourism: Yoga & Self Treatment (Arla Inaya/Z Creators)

INDOZONE.ID - Di lereng perbukitan Menoreh, tepatnya di Jl. Mayjen TNI dr. Roebiono Kertopati, Padukuhan Dukuh, Kalurahan Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, berdiri sebuah rumah sederhana yang menyimpan kisah besar perjuangan bangsa. Rumah Sandi Dukuh bukan sekadar bangunan tua, melainkan saksi bisu kerja sunyi para perwira sandi Republik Indonesia pada masa Agresi Militer Belanda II.

Ketika Yogyakarta diserang pada 19 Desember 1948 dan pusat pemerintahan Republik lumpuh, para petugas persandian memindahkan aktivitasnya ke wilayah yang lebih aman. Rumah milik warga bernama Mertosoetomo inilah yang kemudian menjadi tempat tinggal sekaligus markas kerja perwira sandi. Dari ruang-ruang sederhana di rumah ini, pesan-pesan rahasia disusun, diolah, dan dikirim untuk menjaga komunikasi antar satuan militer Republik.

Beberapa tokoh penting pernah berkegiatan di tempat ini, seperti Letnan Muda Soedijatmo dan Letnan I Soemarkidjo. Rumah ini juga menjadi pos pengamanan kedua bagi siapa pun yang hendak menuju markas pimpinan militer. Dalam situasi darurat pasca penyerangan Lapangan Terbang Maguwo, para petugas sandi berupaya membangun kembali jalur komunikasi yang sempat terputus. Peran mereka mungkin tak terlihat di garis depan pertempuran, tetapi tanpa sandi, strategi perang tak akan berjalan.

Baca juga: 5 Destinasi Alam Tuban Jawa Timur Paling Indah, Cocok untuk Healing dan Liburan

Bangunan seluas kurang lebih 118 meter persegi yang berdiri di atas lahan sekitar 1.190 meter persegi ini terdiri atas bagian lama di belakang (yang digunakan pada masa perjuangan) serta bangunan depan yang dibangun pada 1970. Di dalamnya masih terdapat ranjang sederhana yang dahulu digunakan para petugas Code, serta replika meja dan kursi kerja penyusunan sandi.

Setelah melalui proses pemugaran pada 2013, Rumah Sandi Dukuh diresmikan sebagai situs sejarah pada 2014 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Kini, rumah ini terbuka untuk umum secara gratis dan menjadi Satuan Pelaksana dari Museum Sandi. Namun, Rumah Sandi Dukuh tidak hanya menghadirkan nostalgia sejarah. Ia hidup melalui berbagai program publik yang dirancang edukatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan masa kini.

Program Publik Rumah Sandi Dukuh

1. Historical Trekking: Tracing History, Cracking the Code

Kegiatan Rumah Sandi Dukuh: Historical Trekking (Arla Inaya/Z Creators)

Program ini menghadirkan pengalaman belajar sejarah secara langsung melalui perjalanan menyusuri jalur alam dan situs sejarah. Peserta tidak hanya diajak berjalan, tetapi juga menelusuri jejak perjuangan persandian Republik. Konsepnya memadukan edukasi sejarah, aktivitas fisik, dan tantangan pemecahan sandi. Dalam beberapa titik pos, peserta akan memecahkan pesan rahasia hingga menjawab teka-teki. Kegiatan ini dirancang untuk membangun semangat kolaborasi, ketelitian, serta rasa cinta tanah air melalui pengalaman empiris di lapangan. Historical Trekking menjadi cara baru menikmati sejarah: bukan hanya dibaca, tetapi dijelajahi dan dirasakan.

2. Sinau Sandi di Sekolahmu (3S)

Program edukasi ini menyasar peserta didik, khususnya tingkat Sekolah Dasar, untuk mengenal dasar-dasar persandian secara sederhana dan menyenangkan. Melalui pendekatan interaktif, anak-anak diperkenalkan pada konsep menjaga kerahasiaan informasi, pentingnya keamanan data pribadi, serta sejarah peran sandi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sinau Sandi tidak hanya mengenalkan sejarah, tetapi juga membangun budaya keamanan siber sejak dini. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pemahaman tentang literasi keamanan informasi menjadi kebutuhan mendesak. Program ini menjembatani nilai sejarah dengan tantangan era digital.

3. Wellness Tourism: Yoga & Self Treatment

Rumah Sandi Dukuh juga menghadirkan konsep wisata berbasis kesehatan melalui kegiatan Yoga & Self Treatment. Menggabungkan ketenangan alam perbukitan dengan refleksi sejarah, program ini menawarkan pengalaman berbeda: merawat tubuh dan pikiran di ruang yang pernah menjadi saksi perjuangan bangsa. Kegiatan yoga, relaksasi, serta edukasi sejarah persandian dikemas dalam satu rangkaian yang harmonis. Peserta diajak menemukan keseimbangan fisik dan mental sekaligus mengenal nilai perjuangan yang melekat pada situs ini. Program ini menunjukkan bahwa situs sejarah dapat dikembangkan secara kreatif tanpa menghilangkan esensi nilai historisnya.

4. ExPeaktation: My Trek, My Expectation

ExPeaktation merupakan inovasi kegiatan trekking dengan konsep permainan kata dari “Expectation” dan “Peak”. Filosofinya mengandung makna perjalanan yang melampaui ekspektasi, dengan puncak sebagai simbol pencapaian. Dalam kegiatan ini, peserta dibagi dalam kelompok kecil dan mengikuti serangkaian tantangan di beberapa pos. Mereka memecahkan pesan rahasia, menebak kata, mengikuti kuis, hingga melakukan refleksi bersama di titik puncak. ExPeaktation tidak sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan makna yang menggabungkan eksplorasi alam, sejarah persandian, serta pengalaman personal yang berkesan.

Baca juga: 5 Wisata Alam di Semarang yang Menenangkan, Cocok untuk Healing dari Rutinitas

Ruang Belajar Sejarah yang Hidup

Rumah Sandi Dukuh adalah bukti bahwa sejarah tidak harus diam di balik kaca museum. Ia bisa dihidupkan melalui langkah kaki di jalur trekking, melalui tawa anak-anak yang belajar sandi, melalui pernapasan tenang dalam sesi yoga, hingga melalui semangat kolaborasi memecahkan pesan rahasia. Sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah persandian Indonesia, Rumah Sandi Dukuh menghadirkan model pengelolaan situs sejarah yang adaptif dan inklusif.

Di tempat inilah jejak perjuangan masa lalu berpadu dengan kebutuhan edukasi masa kini. Berkunjung ke Rumah Sandi Dukuh bukan hanya tentang melihat bangunan bersejarah, tetapi tentang merasakan denyut perjuangan yang pernah menjaga komunikasi Republik. Di tengah sunyi perbukitan, rumah ini tetap berbicara, mengajak generasi hari ini memahami bahwa kemerdekaan juga dijaga lewat sandi dan strategi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ejournal.upi.edu

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU