INDOZONE.ID - Liburan menjadi momentum bagi pelajar dan mahasiswa untuk beristirahat sejenak dari rutinitas akademik.
Di Yogyakarta, Museum Sandi hadir sebagai alternatif destinasi liburan yang tidak hanya gratis, tetapi juga sarat nilai edukasi.
Berlokasi di Jalan Faridan M. Noto Nomor 21, Kotabaru, Kota Yogyakarta, museum ini terbuka untuk umum setiap Selasa hingga Minggu dengan jam operasional yang berbeda pada tiap hari.
Museum Sandi dikelola oleh Badan Siber dan Sandi Negara dan dikenal sebagai museum persandian pertama di Indonesia.
Museum ini menyajikan perjalanan panjang persandian nasional yang memiliki peran strategis dalam sejarah bangsa.
Sejak masa pergerakan kemerdekaan hingga era teknologi informasi, persandian menjadi bagian penting dalam menjaga kerahasiaan komunikasi negara.
Di dalam museum, pengunjung disuguhi berbagai koleksi autentik berupa mesin sandi, replika alat komunikasi rahasia, serta diorama yang menggambarkan situasi perjuangan bangsa.
Setiap ruang pamer disusun secara kronologis sehingga memudahkan pengunjung memahami perkembangan sistem sandi dari masa ke masa.
Tidak hanya melihat, pengunjung juga diajak berinteraksi melalui media audiovisual dan alat peraga sederhana yang membuat pengalaman berkunjung terasa lebih menarik.
Baca juga: Resep Sate Balanga, Sajian khas Gorontalo Kaya Rempah dan Lezat
Selama liburan semester, Museum Sandi kerap dikunjungi rombongan sekolah, mahasiswa, hingga wisatawan keluarga.
Museum ini buka pada Selasa hingga Kamis pukul 09.00 hingga 18.00 WIB, Jumat pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, serta Sabtu dan Minggu pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.
Jam kunjung yang fleksibel tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyesuaikan waktu kunjungan, termasuk pada malam hari di akhir pekan tertentu.
Kebijakan bebas biaya masuk menjadi daya tarik utama Museum Sandi.
Pengunjung cukup mengisi buku tamu sebelum memasuki area pameran tanpa perlu membeli tiket.
Selain itu, pemandu museum tersedia untuk memberikan penjelasan tambahan, khususnya bagi rombongan pelajar dan pengunjung yang ingin memahami koleksi secara lebih mendalam.
Baca juga: 6 Pohon Paling Unik di Dunia: Mulai dari Redwood National and State Park hingga Pohon Kehidupan
Penyampaian informasi dilakukan dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan usia.
Museum Sandi juga memiliki fungsi sebagai ruang belajar di luar kelas.
Banyak institusi pendidikan memanfaatkan museum ini sebagai media pembelajaran sejarah, teknologi, dan literasi keamanan informasi.
Melalui kunjungan langsung, peserta didik dapat memahami bahwa persandian tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga berkaitan erat dengan perjuangan, strategi, dan nilai kebangsaan.
Baca juga: Resep Soya Mince Vegetarian Lasagna, Hidangan Ikonik Italia
Dengan lokasi yang strategis di pusat kota, akses yang mudah, jam operasional yang jelas, serta konsep wisata edukasi gratis, Museum Sandi layak menjadi pilihan utama untuk mengisi liburan semester di Yogyakarta.
Museum ini membuktikan bahwa wisata sejarah dapat dikemas secara menarik, inklusif, dan relevan dengan kehidupan masa kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bssn.go.id