Dulu Dicap Tempat Ritual 'Esek-Esek', Wajah Baru Gunung Kemukus Kini Jadi Wisata Religi yang Estetik
INDOZONE.ID - Gunung Kemukus yang terletak di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kini bukan lagi tempat yang identik dengan ritual menyimpang atau aktivitas negatif.
Destinasi yang dulunya punya citra kelam di mata masyarakat luas ini telah bersolek total menjadi kawasan wisata religi dan keluarga yang modern, rapi, dan sangat instagramable.
Perubahan ini menjadi buah bibir netizen karena transformasinya yang dianggap sangat drastis dan positif.
Baca juga: Kenalan dengan Desa Kemiren Banyuwangi: Tempat Wisata dengan Segudang Budaya
Mengapa Gunung Kemukus Berubah?
Selama puluhan tahun, nama Gunung Kemukus sering kali dikaitkan dengan mitos pesugihan yang menyimpang.
Konon, ada kepercayaan salah kaprah yang mengharuskan pengunjung melakukan ritual asusila demi mendapatkan kekayaan.
Namun, Pemerintah Kabupaten Sragen tidak tinggal diam melihat citra daerahnya tercoreng.
Bekerja sama dengan Kementerian PUPR, pemerintah melakukan revitalisasi besar-besaran sejak tahun 2020.
Tujuannya untuk menghapus stigma negatif yang sudah melekat kuat dan mengubah kawasan ini menjadi destinasi unggulan bernama The New Kemukus.
Baca juga: Bosan Hotel Biasa? Cobalah Sensasi Glamping dengan View 5 Gunung di Magelang
Langkah ini diambil agar lokasi tersebut bisa dinikmati oleh semua kalangan tanpa rasa risih.
Apa yang Baru di Gunung Kemukus?
Kini, pengunjung tidak lagi disambut dengan pemandangan pemukiman kumuh atau warung remang-remang.
Begitu menginjakkan kaki di sini, kamu akan menemukan pemandangan yang menyegarkan mata.
Jalur pejalan kaki yang bersih dan lebar, lengkap dengan lampu-lampu taman estetik ala Malioboro. Tempat ini sering menjadi spot foto favorit pengunjung.
Area bersantai yang tertata rapi dengan pemandangan langsung menghadap hamparan air Waduk Kedung Ombo yang menenangkan.
Area Makam Pangeran Samudro kini juga dikelola dengan sangat tertib. Ziarah bisa dilakukan dengan suasana yang lebih tenang tanpa gangguan praktik-praktik ilegal seperti dulu.
Baca juga: 5 Destinasi Ikonik di China yang Jadi Lokasi Drama Favorit
Stigma ritual menyimpang sebenarnya bermula dari salah kaprah masyarakat dalam mengartikan ajaran atau wasiat peninggalan masa lalu.
Secara administratif, objek wisata ini terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.
Jaraknya sekitar 30 kilometer atau sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Solo. Tempat ini terbuka setiap hari untuk umum.
Namun, keramaian puncak biasanya tetap terjadi pada malam Jumat Pon atau Jumat Kliwon.
Hanya dengan tiket masuk yang terjangkau sekitar Rp5-10 ribu, pengunjung bisa menikmati keindahan sunset di pinggir waduk atau sekadar jalan-jalan sore.
Baca juga: Sinergi Sehat dan Liburan: Rekomendasi Destinasi Wisata Medis Unggulan di Indonesia
Transformasi ini membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, tempat yang dulunya dianggap "hitam" bisa menjadi permata pariwisata daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sragenkab.go.id