Jumat, 23 JANUARI 2026 • 17:35 WIB

Bosan Tempe Mendoan? Coba 6 Oleh-Oleh Purwokerto Anti-Mainstream yang Unik Ini!

Author

Alun-Alun Kota Purwokerto. (Facebook)

INDOZONE.ID - Purwokerto merupakan ibu kota Kabupaten Banyumas, selama ini sangat identik dengan Tempe Mendoan dan Gethuk Goreng Sokaraja. 

Namun, bagi Anda yang sudah sering berkunjung ke kota di kaki Gunung Slamet ini, membawa pulang oleh-oleh yang itu-itu saja tentu terasa membosankan.

Di tahun 2026 ini, Purwokerto semakin menunjukkan pesona produk lokalnya yang kreatif. Berikut adalah daftar oleh-oleh khas Purwokerto yang anti-mainstream, unik, dan pastinya berkesan.

Baca juga: Bosan Bika Ambon? Ini 6 Oleh-Oleh Medan Anti-Mainstream yang Wajib Kamu Bawa Pulang

1. Jenang Jaket

Jenang Jaket bisa menjadi rekomendasi oleh-oleh khas Purwokerto yang anti-mainstream. (Dok. Istimewa)

Jangan terkecoh dengan namanya, "Jaket" di sini bukan berarti pakaian, melainkan singkatan dari Jenang Asli Ketan. Pusat produksinya ada di daerah Mersi, Purwokerto.

Meskipun sekilas mirip jenang daerah lain, Jenang Jaket memiliki aroma smoky yang khas dan tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali.

2. Mino

Mino bisa menjadi salah satu rekomendasi oleh-oleh khas Purwokerto yang anti-mainstream. (Dok. Istimewa)

Jika Nopia berukuran besar mirip telur bebek, Mino merupakan versi mininya yang sekali makan langsung habis (one-bite size).

Mino jauh lebih praktis dijadikan camilan saat berada dalam perjalanan. Varian rasanya kini semakin beragam, mulai dari cokelat, durian, hingga nangka.

Baca juga: 8 Oleh-Oleh Khas Jakarta yang Tahan Lama: Soal Rasa, Jangan Diragukan!

3. Sroto Sokaraja Kemasan

Sroto Sokaraja Kemasan bisa menjadi rekomendasi oleh-oleh khas Purwokerto yang anti-mainstream (Dok. Istimewa)

Sroto Sokaraja dengan bumbu kacangnya yang ikonik kini tidak hanya bisa dinikmati di tempat. Banyak kedai legendaris yang mulai menyediakan versi kemasan vacuum.

Menjadikan Sroto Sokaraja Kemasan berarti kalian membawa pulang "makanan berat" yang otentik serta memberikan sensasi makan di Purwokerto, meski Anda sudah berada di rumah.

4. Batik Banyumasan

Batik Banyumasan bisa menjadi rekomendasi salah satu oleh-oleh khas Purwokerto yang anti-mainstream. (Dok. Istimewa)

Batik Banyumasan memiliki identitas yang sangat berbeda dengan Solo atau Jogja. Warnanya cenderung lebih gelap dan berani, melambangkan karakter warga lokal yang ceblakas (blak-blakan).

Batik ini tidak hanya berupa kain, kini banyak diaplikasikan pada barang fungsional seperti tas laptop atau tas belanja kain yang modern.

5. Kopi Robusta Gunung Slamet

Lereng Gunung Slamet menghasilkan biji kopi robusta dengan karakter yang sangat kuat dan full body. Kopi ini memiliki catatan rasa cokelat pahit yang pekat dengan tingkat keasaman yang sangat rendah.

Belum banyak orang tahu bahwa Purwokerto adalah pintu gerbang menuju salah satu penghasil kopi terbaik di Jawa Tengah. Sangat cocok bagi pencinta kopi "tubruk" sejati.

6. Madu Klanceng

Madu ini sejatinya dihasilkan oleh lebah tanpa sengat atau trigona yang memang banyak dibudidayakan di lereng-lereng bukit sekitar Purwokerto. Berbeda dengan madu biasa yang manis, madu klanceng memiliki rasa asam-manis yang unik dan encer.

Madu Klanceng memiliki khasiat yang dianggap jauh lebih tinggi untuk daya tahan tubuh dibanding jenis madu lainnya. Hal ini membuat Madu Klanceng jadi oleh-oleh "kesehatan" yang sangat premium.

Purwokerto memang selalu menghadirkan kehangatan tersendiri yang tercermin dari setiap buah tangannya. Dengan memilih oleh-oleh yang anti-mainstream, Anda tidak hanya membawa pulang rasa yang berbeda, tetapi juga mendukung keberlanjutan tradisi dan kreativitas para pelaku UMKM lokal di Banyumas. 

Jadi, mana yang akan jadi favorit baru Anda saat mampir ke Purwokerto nanti?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU