INDOZONE.ID - Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, rasanya gak lengkap kalau belum ada rencana untuk traveling. Melepas penat setelah bekerja hampir setahun penuh.
Saat ini, tren wisata global kini mengalami pergeseran, banyak wisawatan lebih mencari pengalaman baru di luar destinasi populer yang sudah banyak dikunjungi. Biar gak bingung gimana sih menyiapkan segala hal nya, salah satu tren pasar yang sedang naik daun saat ini yaitu luxury travel.
Berdasarkan daya IMARC Group, pasar luxury travel dunia sudah mencapai USD 2,2295 triliun di 2024. Pertumbuhan ini disebabkan karena meningkatkan kebutuhan wisatawan terhadap perjalanan yang lebih nyaman, personal, dan bebas repot.
Baca juga: Jakarta Jadi Destinasi Wisata Olahraga, Pemprov DKI Fasilitasi Acara Lari
Saat ini, wisatawan juga mencari rencana perjalanan yang lebih terkurasi dengan pengalaman yang eksklusif. Sebab itulah, meningkatkan tren luxury travel bisa jadi nilai positif dan keuntungan bagi para wisatawan.
Tren ini juga meningkat di Indonesia, berdasarkan Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2024/2025, tingginya minat ditunjukan pada cultural immersion (58,97%), wellness tourisme (56,41%), dan eco-tourism (46,15%).
Negara dan Kota Favorit Wisatawan
Hal ini diungkapkan oleh President & CEO Smailing Tour, Anthony Akili, yang menyebut bahwa wisatawan ingin merasakan pengalaman baru di dalam destinasi wisatanya.
“Saya rasa banyak dari yang traveler, yang sudah sering mungkin pergi ke kota-kota yang besar. Mereka mengalami sesuatu yang lebih baru. Misalnya kalau di Eropa, mungkin mereka sekarang mau pergi ke Portugal, sesuatu seperti itu,” ujarnya.
Baca juga: Taman Safari Indonesia Sukses Lahirkan Bayi Panda Raksasa hingga Jadi Sorotan Dunia
Bukan hanya ke negara-negara baru, tapi juga banyak wisatawan ingin ke kota-kota yang tidak terlalu besar, sehingga bisa merasakan pengalaman lokalnya.
Salah satu contohnya yaitu ke Prancis, dimana wisatawan gak cuma ingin ke Paris, tapi ke kota lain seperti Bordeaux.
“Kalau ke Perancis sendiri, nggak hanya gitaris, tapi mereka juga ingin pergi ke, Bordeaux. Seperti tempat yang lebih kecil, di mana mereka bisa mengalami pengalaman lokal,” jelas Anthony.
Baca juga: 7 Makanan Pengganti Susu yang Baik untuk Balita: Penuhi Kalsium dan Protein Tanpa Produk Sapi!
Sementara itu, destinasi favorit di Asia, Jepang masih memimpin sebagai destinasi paling favorit untuk wisatawan. Namun, saat ini banyak wisatawan yang mulai beralih untuk datang ke China.
“Saya pikir trend yang akan datang juga akan di China. Saya pikir di China, di dalam 3 tahun terakhir ini, perkembangannya sangat luar biasa,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan