INDOZONE.ID - Musibah banjir besar tengah melanda Pulau Dewata Bali sejak Rabu, 10 September 2025.
Banjir ini disebut-sebut merupakan yang terparah dalam satu dekade terakhir, menyebabkan beberapa korban meninggal dunia dan sebagian masih dalam pencarian.
Bukan hanya itu, banjir di Bali ini juga berdampak pada kondisi pariwisata di sejumlah objek wisata di sana.
Baca juga: Pemerintah Soroti Pembangunan Masif untuk Pariwisata dalam Bencana Banjir di Bali
Salah satu area wisata yang tutup akibat banjir adalah kawasan wisata Denpasar, seperti Kuta, Sanur dan Badung.
Di Pasar Badung, salah satu sungai di sana yakni Tukad Badung, dilaporkan meluap akibat curah hujan tinggi. Hal ini menyebabkan sejumlah bangunan hotel dan ruko di sana ikut kebanjiran.
Daerah lain yang juga terdampak banjir yaitu Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Selatan, dan Denpasar Barat.
Selain Kota Denpasar, wilayah lain yang terdampak banjir adalah Kabupaten Jembrana, Gianyar, Tabanan, dan Klungkung.
Bukan hanya di Denpasar, banjir juga melanda daerah-daerah lain diantaranya Jembrana, Gianyar, dan Karangasem.
Dilansir dari Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, ada delapan titik banjir di wilayah tersebut.
Baca juga: Bali Tanggap Darurat Bencana selama Sepekan karena Banjir, Bule-bule pun Dievakuasi!
Beberapa di antaranya terjadi di Perumahan Nakula, Perumahan Panorama Desa Sanggulan, Kecamatan Kediri, hingga di kawasan wisata Kedungu Village By Hello Summer di Jalan Pantai Kedungu.
Genangan air merendam pemukiman warga serta jalanan, membuat akses transportasi menjadi terganggu.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai masih berjalan normal, namun akses menuju ke bandara lumpuh karena terendam banjir.
Akibat banjir tersebut, saat ini Bali ditetapkan dalam status tanggap darurat bencana yang diberlakukan selama seminggu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara