Rabu, 13 AGUSTUS 2025 • 15:20 WIB

Menikmati Pengalaman Membatik di Kampung Batik Giriloyo Yogyakarta, Seru!

Author

Membatik di Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta. (INDOZONE/Nadya Mayangsari) (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Selain dikenal dengan destinasi wisata yang menarik, Yogyakarta juga memiliki lokasi wisata yang tak kalah serunya, yakni Kampung Batik Giriloyo.

Kampung Batik Giriloyo yang terletak di Karang Kulon, Wukirsari, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, terkenal sebagai sentra produksi batik tulis tradisional yang masih bertahan hingga sekarang.

Batik Giriloyo memiliki keunikan tersendiri, apalagi jika dibandingkan dengan batik tulis dari daerah lain. Salah satu ciri khas batik tulis Giriloyo terletak di penggunaan warna-warna cerah dan kontras. 

Baca juga: Asyiknya Berkunjung ke Museum Batik Pekalongan, Nikmati Sensasi Membatik Sendiri

Proses pewarnaannya juga banyak menggunakan bahan-bahan alami, seperti secang, kunyit, pucuk daun jati, hingga kulit kayu.

Meski demikian, sejumlah pengrajin sudah mulai menggunakan pewarna sintetis. Terlebih untuk melengkapi koleksi warna yang tidak terdapat di bahan-bahan alami. 

Motif yang pengrajin gunakan dalam menghasilkan batik Giriloyo juga sangat bervariasi. Bisa disebut bentuk geometris, flora, fauna, hingga cerita rakyat.

Kampung Batik Giriloyo dibuka untuk umum setiap hari, mulai dari pukul 09.00 - 16.00 WIB.

Bagi para pengunjung yang ingin merasakan langsung membatik dengan pengrajin-pengrajin berpengalaman, Batik Giriliyo menyediakan workshop membatik mulai dari Rp250.000 per package. 

Bahan, Alat, hingga Cara Pembuatan Batiknya

Batik tulis. (INDOZONE/Nadya Mayangsari) (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

Bahan-bahan: 

  • Kain Morl (Katun dan Sutera)
  • Lilin
  • Pewarna (Synthetic dan Natural)

Alat:

  • Wajan dan kompor
  • Canting
  • Gawangan dan Dingklik

Di Giriloyo, pembuatan batik tulis masih mempertahankan metode tradisional yang telah digunakan sejak ratusan tahun silam. 

Prosesnya diawali dengan membuat motif atau pola di atas kain menggunakan canting dan malam, lalu dilanjutkan dengan pencelupan kain ke dalam larutan pewarna.

Proses pewarnaan ini memakan waktu yang relatif lama, namun bagi para peserta pelatihan tentu akan semakin asyik. Karena mereka akan berlatih teknik khusus yang memerlukan ketelitian lebih tinggi. Setelah pewarnaan selesai, langkah berikutnya adalah menjemur kain di bawah terik matahari.

Baca juga: Kampung Batik Jetis: Sudut Adem Penuh Warna di Tengah Kota Sidoarjo

Langkah terakhir adalah melarutkan malam untuk menampilkan motif batik karya peserta. Umumnya, kain yang digunakan berukuran kecil sehingga proses membatik dapat diselesaikan dalam waktu singkat, tidak sampai satu hari penuh. 

Kain batik yang telah selesai dikerjakan juga dapat dibawa pulang sebagai cendera mata. Kegiatan eduwisata ini diminati tidak hanya oleh wisatawan lokal, tetapi juga turis dari berbagai negara. Banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Kampung Batik Giriloyo untuk mempelajari seni membatik.

Mereka mengikuti instruksi para pengrajin dengan penuh semangat dan kesabaran saat menggambar motif di atas kain menggunakan canting.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU