Kamis, 24 JULI 2025 • 19:35 WIB

Kisah Teluk Wondama, Kota Kecil Pusat Peradaban Orang Papua Bisa Baca Tulis

Author

Wisata Teluk Wondama. (ANTARA)

INDOZONE.ID - Teluk Wondama, sebuah kabupaten di pesisir barat Pulau Papua yang dikelilingi laut biru jernih, gugusan pulau eksotis, dan kekayaan budaya lokal yang masih sangat terjaga. Siapa sangka 100 tahun lalu, orang Papua bisa baca tulis di sini. 

Wondama disebut sebagai Pusat Peradaban Orang Papua. Pertama kalinya Penginjil Izaak Samuel Kijne yang memperkenalkan baca tulis dan bernyanyi 100 tahun lalu. 

Semua orang Papua datang ke Teluk Wondama untuk belajar. Sang penginjil juga mendirikan sekolah pertama di Bukit Aitumieri, Teluk Wondama. 

Di tempat inilah, di atas batu, ia menciptakan peradaban orang Papua. Lahir Wondama sebagai pusat peradaban orang Papua.

Bupati Teluk Wondama Elysa Auri bilang, melalui Peringatan 1 Abad Aitumieri ini mendorong pemerintah untuk memperkenalkan Wondama secara umum.


"Hari ini orang Papua dengan segala aktivitasnya, kehidupannya baik masyarakat dan sosial mengingat kepintaran sendiri dan ikut partisipasi. Kami dengan pihak gereja berusaha sama-sama memperkenalkan Wondama dari segala potensi kota dan alam."

"Perayaan 1 abad ini merupakan perayaan seluruh orang Papua mengenal pendidikan di zaman itu untuk baca dan tulis ini yang kami terus perkenalan mengingat 100 tahun lalu orang Papua ikut pendidikan di Teluk Wondama di zaman itu  katanya ditemui di Sarinah Jakarta. 

Baca juga: Gak Cuma Raja Ampat! Teluk Wondama Punya Pesona Tersembunyi yang Bikin Takjub


Cagar Budaya Nasional


Elysa juga berharap agar negara mau mencanangkan Teluk Wondama sebagai cagar budaya nasional. Selain dari sisi alamnya, tapi juga karena potensi lain.


"Walau kita merasakan bahwa kami memberikan dengan apa yang kami punya, hari ini kami perkenalkan secara spesifik di Papua dan nasional. Apa yang kita tampilkan hari ini agar negara bisa memberikan keputusan kepada kami dan Wondama sebagai cagar budaya di Papua Barat," harapnya. 

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Sorong Papua Barat yang Bikin Kamu Terpukau

Sejarah Singkat Aitumieri

Singkat cerita, titik awal perubahan dimulai pada tahun 1925 yang dirayakan pada 25 Oktober. Kehidupan baru di titik awal yang dimulai di Wondama, pertama kalinya orang belajar membaca dan menulis, 

Kata Ketua Panitia 100 Tahun Aitumieri Rosalie SR, secara formal pendidikan dan perubahan sampai hari dimulai. Hadirnya missionaris dan pendeta yang jadi tokoh pendidik bagi orang Papua. Di atas batu, ada peradaban orang Papua ada orang pandai.

"Ketika bangsa ini dididik dengan baik, akan mampu mengelola dipercayakan Tuhan bagi setiap suku bangsa melalui pendidikan dan jadi sebuah cahaya perubahan baru, ada cerita kota emas, tidak hanya sesama orang papua dan suku bangsa lain," ungkap dia.

Kisah Pertama Kalinya Orang Papua Belajar Baca dan Tulis


Sekda Teluk Wondama Aser Waroy menambahkan, dulu seluruh orang papua mulai dari, Merauke hingga Sorong dikirim ke Wondama untuk belajar membaca dan menulis, lalu dikembalikan lagi untuk mengajar di semua sekolah.

"Waktu itu belum ada sekolah SD, tapi lebih ke yayasan pendidikan kristen dan mengelola seluruh pendidikan di Tanah Papua, 100 tahun peradaban tanah Papua ini lahir. Itulah yang dikenal sebagai Kabuapten Teluk Wondama sebagai peradaban pendidikan di Tanah Papua," terangnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU