Wisata Petik Melon Hidroponik di Teras Boyolali diserbu Pengunjung. (Z Creator/Eksani)
INDOZONE.ID - Hamparan sawah seluas sekitar 1.600 meter persegi yang berada di Dukuh Tegalrejo, Desa Teras, Kecamatan Teras, Boyolali, kini ramai pengunjung dari berbagai daerah di Boyolali.
Sebuah screen house berukuran sekitar 320 meter persegi, berdiri dengan rapi dan bersih di area persawahan tersebut, yang kini menjadi tujuan para pengunjung untuk berwisata edukasi.
Lokasi tersebut merupakan tempat wisata petik melon hidroponik yang baru dibuka hari Sabtu (12/4/2025) lalu, oleh Paguyuban Kelompok Tani Ngudi Mulyo II Dukuh Tegalrejo, Desa Teras, Kecamatan Teras, Boyolali.
"Syukur alhamdulilah bahwa kita kelompok tani Ngudi Mulyo II diberi kepercayaan oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali diberikan bantuan hibah sebuah screen house dengan anggaran dana Rp500 juta, dengan tujuan untuk mengedukasi petani agar mengerti perkembangan teknologi pertanian," kata Ketua Kelompok Tani Ngudi Mulyo II, Suratno (63 tahun).
"Dengan adanya screen house ini, nantinya kita menanam bisa tidak terpengaruh musim dan bisa mengurangi hama. Selain itu, untuk edukasi wisata petik melon hidroponik. Kami akan mengembangkan wisata edukasi buah lainnya seperti ini dua tempat atau tiga tempat serta wisata petik sayur," lanjut Suratno.
Baca Juga: Milkindo Green Farm, Tempat Wisata Edukasi yang Menyenangkan di Malang
Luas screen house ini sekitar 320 meter persegi dan ditanami 650 batang melon.
"Ini untuk pertama kalinya kita tanam di sini, akan tetapi sebenarnya idealnya itu sekitar 1.100 batang atau 1.200 batang melon dengan luasan lahan 320 meter persegi tersebut," kata Suratno.
Buah melon hidroponik. (Z Creator/Eksani)
Dari mulai persiapan hingga masa panen, butuh waktu sekitar 70 hari atau dua bulan lebih.
Wisata petik melon hidroponik ini mulai dibuka hari Sabtu (12/4/2025) hingga Minggu (13/4/2025), namun jika nanti buah melonnya masih tersisa, maka akan diperpanjang hingga beberapa hari kedepan.
Bagi pengunjung yang ingin masuk dan petik buah melon hidroponik ini tidak dipungut biaya alias gratis.
Ini karena merupakan wisata edukasi, agar masyarakat senang memetik buah melon mandiri.
Baca Juga: Menyusuri Nuanu, Kota Kreatif di Tabanan Bali yang Padukan Edukasi, Spiritual dan Gaya Hidup
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan