Pulau Lusi Lumpur Sidoarjo. (sidita.disbudpar.jatimprov.go.id)
INDOZONE.ID - Pulau Lusi merupakan kawasan daratan baru di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang terbentuk dari endapan lumpur Lapindo di muara Sungai Porong sejak beberapa tahun terakhir.
Kini, wilayah tersebut dimanfaatkan sebagai destinasi wisata berbasis ekowisata yang menawarkan pengalaman alam sekaligus edukasi lingkungan.
Nama Pulau Lusi sendiri merupakan singkatan dari Lumpur Sidoarjo, yang merujuk pada fenomena semburan lumpur. Seiring waktu, material lumpur yang mengalir ke area muara perlahan mengendap dan membentuk daratan baru.
Saat ini, Pulau Lusi dikenal dengan pemandangan yang didominasi oleh hutan mangrove, perairan yang relatif tenang, serta keberagaman satwa, terutama burung yang hidup di kawasan tersebut.
Baca juga: Toko Roti Gula Aren Super Lembut di Solo Ini Jadi Spot Nongkrong Favorit Wisatawan
Untuk mencapai Pulau Lusi, kamu harus memulai perjalanan dari Kabupaten Sidoarjo yang berjarak sekitar satu jam dari Surabaya melalui jalur darat. Setelah itu, kamu perlu menuju Desa Tlocor di Kecamatan Jabon terlebih dahulu yang menjadi titik keberangkatan utama.
Selama perjalanan, kamu akan disuguhi pemandangan sungai yang dikelilingi hutan mangrove lebat, dengan suasana alami yang menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.
Baca juga: Bukan Cuma Keripik Pisang! Ini 5 Oleh-Oleh Tersembunyi Khas Lampung yang Wajib Dibawa Pulang
Sebagai kawasan ekowisata, Pulau Lusi telah dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang bagi pengunjung. Seperti dermaga yang menjadi titik utama aktivitas keluar-masuk wisatawan, sekaligus pusat transportasi perahu.
Selain itu, terdapat jalur-jalur yang memungkinkan wisatawan menjelajahi area mangrove dengan lebih nyaman. Beberapa titik juga dimanfaatkan sebagai area istirahat sambil menikmati pemandangan sekitar.
Meski fasilitasnya belum sekompleks destinasi wisata besar, kondisi seperti ini justru menjadi daya tarik tersendiri karena suasana pulau tetap terjaga alami dan tidak terlalu ramai.
Baca juga: Jelajah Kampung Batik Kauman dan Laweyan, Ini 4 Spot Nongkrong Favorit di Solo
Salah satu daya tarik utama Pulau Lusi adalah ekosistem mangrove yang tumbuh subur di atas endapan lumpur. Kawasan ini kini menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna, termasuk burung-burung yang hidup di sekitar perairan.
Keberadaan mangrove tidak hanya memperindah pemandangan, tetapi juga memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, seperti mencegah abrasi dan menjadi tempat berkembang biaknya biota laut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Traveloka, Amatan