Ilustrasi traveler wanita. (Dok. Gemini Ai)
INDOZONE.ID - Keamanan adalah prioritas utama bagi setiap traveler, terutama bagi wanita yang merencanakan perjalanan solo alias solo female traveler.
Meskipun setiap negara memiliki pesonanya sendiri, beberapa destinasi menuntut tingkat kewaspadaan yang jauh lebih tinggi karena isu sistemik terkait hak-hak perempuan, tingkat kriminalitas, hingga norma budaya yang membatasi.
Berikut adalah daftar negara yang menurut berbagai indeks keamanan seperti Women's Danger Index dan Global Peace Index dianggap paling berisiko untuk dikunjungi traveler wanita saat ini:
Baca juga: Drama Bandara? No Way! Tips Simpel Packing Cairan untuk Traveler Cerdas
Gerombolan Taliban di Afghanistan. (photo/Dok. REUTERS)
Sejak perubahan rezim pada tahun 2021, Afganistan menempati urutan teratas sebagai negara paling berbahaya bagi wanita. Terlebih dengan adanya pembatasan ekstrem terhadap kebebasan bergerak terhadap para wanita.
Traveler wanita tidak diizinkan bepergian tanpa pendamping pria (mahram), dan akses terhadap fasilitas publik sangat terbatas. Risiko konflik bersenjata dan penculikan juga tetap berada pada level tertinggi.
Rio de Janeiro brasil (Pixabay/Melisa Estefania)
Meskipun terkenal dengan karnaval dan pantainya, Brasil memiliki statistik yang mengkhawatirkan terkait kekerasan gender.
Negara ini sangat direkomendasi untuk dihindari lantaran tingginya angka pelecehan di jalanan (catcalling) hingga kekerasan fisik terhadap wanita, baik lokal maupun turis.
Kriminalitas di kota-kota besar seperti Rio de Janeiro sering kali melibatkan senjata api, membuat solo traveler wanita menjadi target empuk jadi korban tindak kriminal seperti perampokan.
Baca juga: 3 Destinasi Paling Aman untuk Dikunjungi Sendirian, Cocok untuk Traveler Wanita!
Cape Town, Afrika Selatan (Pixabay)
Afrika Selatan secara konsisten muncul dalam daftar negara dengan tingkat kekerasan seksual tertinggi di dunia. Terlebih di sini keamanan di ruang publik sangat rendah setelah matahari terbenam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Global Peace Index