Masjid Menara Kudus (google maps).
INDOZONE.ID - Di jantung Kudus, Jawa Tengah, Indonesia berdiri sebuah landmark religi yang sudah melegenda: Masjid Menara Kudus.
Masjid ini bukan cuma tempat salat, tapi juga saksi bisu bagaimana Islam berkembang di Jawa lewat pendekatan budaya yang damai dan penuh kearifan.
Bangunannya yang unik langsung mencuri perhatian — perpaduan arsitektur Islam dengan sentuhan Hindu-Jawa membuat masjid ini jadi salah satu ikon sejarah paling berharga di Indonesia.
Masjid ini awalnya dikenal dengan nama Masjid Al-Aqsha Al-Manar. Pembangunannya dilakukan pada tahun 1549 M (956 Hijriah) oleh salah satu tokoh besar Wali Songo, yaitu Sunan Kudus.
Di masa itu, masyarakat Jawa masih sangat kental dengan tradisi Hindu-Buddha.
Alih-alih melakukan pendekatan keras, Sunan Kudus memilih cara yang lebih lembut: merangkul budaya lokal sebagai jembatan dakwah.
Strategi inilah yang membuat Islam berkembang lebih cepat dan diterima dengan baik oleh masyarakat tanpa konflik besar.
Baca juga: Berdiri Sejak 1753, Gereja Blenduk Semarang Jadi Ikon Kota Sekaligus Destinasi Wisata
Masjid Menara Kudus (google maps).
Hal paling mencolok dari masjid ini adalah menaranya yang menyerupai bangunan candi Hindu.
Dibuat dari bata merah dan disusun bertingkat, struktur ini menjadi simbol akulturasi budaya yang masih berdiri kokoh hingga sekarang.
Masjid ini punya nilai historis tinggi karena didirikan langsung oleh Sunan Kudus. Artinya, setiap sudutnya menyimpan cerita penting tentang awal perkembangan Islam di Jawa.
Baca juga: Bosan Kota? Ini 4 Desa Wisata di Malang yang Bikin Kamu Gak Mau Pulang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Traveloka