Ilustrasi menjelajah hutan Sumatera (Handout)
INDOZONE.ID - Tahun 2026 menjadi momentum bagi EIGER Adventure untuk memperluas perannya di luar perlengkapan petualangan. Melalui rangkaian program lingkungan, pendidikan, dan olahraga, EIGER menghadirkan berbagai inisiatif yang menghubungkan petualangan dengan dampak sosial bagi Indonesia.
Agenda ini diperkenalkan melalui peluncuran Calendar of Events 2026 dalam press conference di Melting Pop, Mbloc Space, Jakarta.
Sepanjang tahun ini, EIGER ingin menegaskan bahwa petualangan tidak hanya tentang menjelajah alam, tetapi juga merawat lingkungan, memberdayakan masyarakat, dan membangun generasi masa depan.
Salah satu agenda utama tahun ini adalah EIGER Independence Sport Climbing Competition (EISCC) yang akan digelar pada Agustus 2026 bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia. Kompetisi ini telah berlangsung sejak 2002 dan dikenal sebagai wadah bagi atlet muda Indonesia sebelum tampil di level dunia.
“Panjat tebing adalah bagian dari sejarah EIGER sejak awal berdiri. Papan panjat di Toko EIGER Cihampelas sudah ada sejak 1994, tempat lahirnya banyak legenda panjat Indonesia. EISCC melengkapi kompetisi standar internasional dan mempertemukan bibit-bibit atlet juara dunia,” jelas Zakiy.
Baca juga: Lindungi Satwa Liar, Begini Cara Jaga Hutan Tetap Hidup di Tengah Krisis Iklim
EISCC 2026 akan menghadirkan nuansa regional dengan mengundang atlet dari beberapa negara Asia Tenggara seperti Filipina dan Malaysia. Menjelang kompetisi utama, EIGER juga akan menggelar rangkaian Road to EISCC melalui South East Asia Boulder League 2026 bersama Boulder Planet.
Ilustrasi menjelajah hutan Sumatera (Handout)
Komitmen EIGER terhadap pelestarian lingkungan diwujudkan melalui ekspedisi jangka panjang di hutan Sumatra. Bersama National Geographic Indonesia, EIGER akan melakukan eksplorasi sekaligus dokumentasi kondisi tutupan hutan dari Batu Sangkar di Sumatera Barat hingga Bentang Leuser di wilayah Sumatera Utara dan Aceh.
Zakiy Zulkarnaen, Brand Communications EIGER, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat kesadaran publik terhadap kekayaan sekaligus kerentanan ekosistem hutan Indonesia.
“Bersama National Geographic Indonesia, EIGER menginisiasi program Benih untuk Pulih – perjalanan jangka panjang yang membutuhkan usaha kolektif dari banyak pihak: komunitas penjaga hutan, masyarakat adat, pemuda, perempuan, dan lembaga pendukung,” ujar Zakiy.
Baca juga: Taman Hidup dan Rusa Timor di Argopuro, Pesona Alam yang Mengajarkan Konservasi Hutan
Selain agenda lingkungan dan olahraga, EIGER juga menghadirkan program dukungan pendidikan bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur, khususnya di daerah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas belajar.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, EIGER membuka program DROP BOX di sejumlah toko EIGER di seluruh Indonesia. Konsumen dapat menyumbangkan berbagai kebutuhan pendidikan seperti buku tulis, alat tulis, buku pelajaran, maupun buku bacaan untuk kemudian disalurkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan di NTT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Conference