Ilustrasi penipuan umrah lewat agen perjalanan. (Ist)
INDOZONE.ID - Berangkat umrah seharusnya dimulai dengan hati tenang, bukan rasa curiga. Namun belakangan, tawaran paket super murah dan serba mendesak justru membuat banyak calon jemaah waswas.
Modusnya promo besar, kuota terbatas, harus transfer hari itu juga. Di sinilah risiko muncul, bukan saat di Tanah Suci, tapi sejak memilih travel.
Fenomena ini ramai dibicarakan di komunitas seperti Salam.life dengan diskusi penipuan oleh travel umrah dan para perantara.
Mengapa sih umrah sering jadi target penipuan? Hal itu karena permintaan tinggi, emosi kuat, dan rasa terburu-buru ingin berangkat umrah.
Banyak orang menabung lama, ingin berangkat bersama orang tua atau keluarga. Ketika ada tawaran “paket impian”, logika bisa kalah oleh harapan.
Baca juga: Sebelum Umrah Catat 6 Tips Agar Pembuatan Visa Arab Mudah Di-approve!
Di sisi lain, paket perjalanan ibadah ini memang kompleks. Bukan cuma tiket pesawat.
Ada hotel, transportasi lokal, konsumsi, visa, pendampingan, hingga biaya tambahan tak terduga. Jika detailnya tidak transparan, celah penyalahgunaan terbuka lebar.
Oleh karena itu, perlindungan utama bukan sekadar feeling. Transparansi adalah kuncinya.
Jangan mulai dari diskon. Mulailah dari identitas. Siapa yang bertanggung jawab atas keberangkatan Anda?
Minta izin resmi, nama perusahaan, alamat kantor, dan rekening atas nama perusahaan. Travel yang kredibel tidak akan keberatan. Jika jawabannya,“nanti dikirim”, “lewat partner”, atau “DP dulu baru dokumen keluar”, itu tanda bahaya.
Mudahnya, jika legalitas saja tidak jelas, bagaimana dengan tiket dan hotel?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Salam Life, Kementerian Haji Dan Umrah Republik Indonesia