Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 16:03 WIB

8 Pecinan Ikonik dan Sarat Sejarah di Indonesia: Pas untuk Habiskan Libur Imlek!

8 Pecinan Ikonik dan Sarat Sejarah di Indonesia: Pas untuk Habiskan Libur Imlek!Keluarga Tionghoa merayakan Imlek. (Freepik/Flowo)

INDOZONE.ID - Liburan Imlek sudah di depan mata. Supaya perayaan Imlek makin lengkap, kamu bisa mengunjungi beberapa kawasan pecinan ikonik di Indonesia untuk belajar sejarah Tionghoa.

Jejak komunitas Tionghoa di Indonesia bisa ditemukan hampir seluruh wilayah Indonesia. Warisan nenek moyang komunitas Tionghoa di Indonesia, tercermin dari kuliner hingga berbagai destinasi wisata yang mencerminkan budaya mereka.

Beberapa kota di Indonesia setiap Tahun Baru China, semarak dengan acara, pertunjukan, dan berbagai dekorasi khas Tionghoa. Yuk, simak delapan pecinan ikonik dan sarat sejarah di Indonesia.

Baca juga: Imlek di Medan: Menelusuri Jejak Sejarah di Kesawan hingga Megahnya Vihara Maitreya

8 Pecinan Ikonik dan Sarat Sejarah di Indonesia

1. Glodok

8 Pecinan Ikonik dan Sarat Sejarah di Indonesia: Pas untuk Habiskan Libur Imlek!Glodok, Jakarta. (Jakarta Tourism)

Daftar ini akan dimulai dengan Glodok, Jakarta. Tempat ini disebut juga sebagai pecinan tertua di Indonesia.

Predikat pecinan tertua tidak lepas dari sejarah Glodok. Pada 1740, komunitas Tionghoa diharuskan tinggal di luar tembok Batavia yang menjadi cikal bakal tempa tersebut.

Glodok kini dipenuhi oleh toko-toko legendaris, klenteng tua, dan berbagai kuliner khas Tionghoa. Kamu bisa belajar sejarah sekaligus menikmati keindahan budaya Tionghoa pas Libur Imlek.

2. Kya Kya (Kembang Jepun)

8 Pecinan Ikonik dan Sarat Sejarah di Indonesia: Pas untuk Habiskan Libur Imlek!Kya Kya Surabaya. (Surabaya.go.id)

Posisi kedua ditempati oleh Kya Kya di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Kawasan ini sejak dulu dikenal sebagai pusat perdagangan. Pada zaman pendudukan Jepang, Kya Kya dinamai Kembang Jepun yang bertahan hingga sekarang.

Bangunan bersejarah sarat budaya Tionghoa, seperti Rumah Abu Keluarga Han yang berstatus cagar budaya, dan Klenteng Hok An King, bisa ditemui di Kya Kya.

Selain itu, pertunjukan budaya Tionghoa hingga musik  keroncong, juga bisa ditemui di Kya Kya. Seperti tempat sebelumnya, berbagai kuliner khas Tionghoa dan Surabaya juga bisa didapatkan di sini.

3. Kapasan Dalam

Selanjutnya, ada Kapasan Dalam yang juga terletak di Surabaya. Kapasan Dalam merupakan kampung heritage yang diresmikan pada 2020 yang berada di belakang Klenteng Boen Bio.

Dekorasi khas Tiongkok dapat dijumpai di Kapasan Dalam. Secara visual, tempat ini sangat terlihat sebagai pecinan yang ikonik dan sarat sejarah. Selain wisata visual, Kapasan Dalam dikenal dengan berbagai jajanan khas Tiongkok.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenpar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

8 Pecinan Ikonik dan Sarat Sejarah di Indonesia: Pas untuk Habiskan Libur Imlek!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!