Ilustrasi perayaan Tahun Baru. (Freepik.)
INDOZONE.ID - Pergantian tahun setiap 1 Januari identik dengan pesta kembang api, petasan dan kegiatan meriah lainnya.
Namun ternyata, tidak semua negara di dunia merayakan tahun baru pada 1 Januari. Ada sejumlah negara yang menganggap 1 Januari sebagai hari biasa tanpa menggelar perayaan khusus.
Meski tidak merayakan tahun baru pada 1 Januari, negara-negara ini tetap memiliki tradisi pergantian tahun yang sarat makna dan nilai historis.
Baca juga: 7 Rekomendasi Destinasi Wisata Ramah Keluarga untuk Liburan Tahun Baru 2026
Berikut ini daftar negara yang tidak merayakan tahun baru pada 1 Januari:
Negara Arab Saudi tidak merayakan tahun baru pada 1 Januari karena mengikuti kalender Hijriah.
Arab Saudi berfokus pada perayaan Tahun Baru Islam (1 Muharram) dan dua hari raya besar (Idul Fitri & Idul Adha).
Negara China lebih menunggu Tahn Baru Imlek (Festival Musim Semi) sebagai perayaan paling besar dan penting.
Tanggalnya berubah-ubah setiap tahun (antara akhir Januari hingga Februari) mengikuti kalender lunar.
Iran tidak menggunakan kalender Masehi namun kalender Solar Hijri. Tahun baru mereka disebut Nowruz, yang dirayakan tepat pada saat ekuinoks musim semi (sekitar 20 atau 21 Maret).
Sekadar diketahui, Nowruz merupakan tradisi kuno yang melambangkan kebangkitan alam dan awal musim semi.
Selain merayakan 1 Januari secara seremonial, rakyat Thailand merayakan tahun baru tradisional yang disebut Songkran pada 13–15 April.
Festival ini identik dengan tradisi siram-siraman air sebagai simbol pembersihan diri.
Ethiopia memiliki kalender sendiri yang disebut Kalender Ethiopia (berjarak sekitar 7-8 tahun dari kalender Masehi).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan