Destinasi wisata yang harus dihindari saat erupsi Semeru. (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
INDOZONE.ID - Erupsi Gunung Semeru tidak hanya berdampak pada permukiman, tetapi juga pada berbagai destinasi wisata populer di kawasan aman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Saat status Semeru berada pada level awas, sejumlah tempat wisata wajib dihindari karena masuk dalam zona rawan awan panas, lava pijar, hingga lahar hujan.
Baca juga: Aktivitas Gunung Semeru Kian Meningkat, 32 Gempa Guguran Terekam dalam 6 Jam
Tempat wisata yang harus dihindari saat erupsi Semeru (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Berikut daftar lengkap wilayah wisata yang harus dihindari saat Semeru erupsi, beserta penjelasan risikonya:
Besuk Kobokan adalah jalur utama awan panas guguran Semeru. Banyak objek wisata alam seperti spot foto, camping ground, hingga jalur sungai sering dikunjungi wisatawan pada kondisi normal.
Destinasi di sepanjang Sungai Besuk Kobokan ini harus dihindari karena menjadi jalur awan panas, lahar, dan potensi aliran material vulkanik yang bisa terjadi kapan aja.
Sungai yang berada di sisi tenggara Semeru ini juga kerap dijadikan lokasi penjelajahan alam dan off-road ringan.
Aliran sungai sangat rawan menjadi jalur lahar dingin. Selain itu, material vulkanik dari guguran kubah lava bisa mengarah ke wilayah ini.
Daerah ini menjadi salah satu rute aliran lava dan awan panas karena morfologi lembahnya yang langsung terhubung dengan puncak Semeru.
Sering menjadi titik jelajah sungai dan pendakian alternatif, Besuk Sat terletak di jalur yang terhubung dengan puncak gunung melalui lembah sempit.
Saat erupsi terjadi, pendakian ke Mahameru otomatis ditutup.
Jalur seperti Ranu Kumbolo, Kalimati, hingga tanjakan terakhir menuju puncak berada di zona rawan akibat lontaran batu pijar, hujan abu tebal, dan potenti lava dan awan panas.
Selain itu, akses evakuasi yang sulit jika terjadi peningkatan aktivitas secara tiba-tiba.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TNBTS