Pulau Padar di Labuan Bajo, NTT. (Kemenparekraf)
INDOZONE.ID - Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Tinmur sebelumnya sangat terbuka untuk semua wisatawan. Tapi belakangan ini, sejumlah pelaku pariwisata di Labuan Bajo mendukung langkah Balai Taman Nasional Komodo setuju bila ada penerapan sistem kuota kunjungan wisatawan.
"Saya apresiasi BTNK yang telah mempertimbangkan keberlanjutan dari piring, nasi bersama seluruh pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Flores, NTT, Indonesia dan bahkan dunia," kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Manggarai Barat Aloysius Suhartim Karya di Labuan Bajo, dilansir ANTARA.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam sosialisasi pengaturan kunjungan ke TNK melalui penerapan sistem kuota kunjungan wisatawan oleh BTNK di Labuan Bajo.
Aloysius juga menjelaskan daya dukung dan daya tampung (DDDT) kawasan TNK harus menjadi perhatian serius, sehingga kelestarian dan keberlanjutan sumber daya ekosistem di kawasan konservasi itu tetap terjaga.
"Ini prioritas sebagai pelaku pariwisata karena kita tidak ingin aktivitas kepariwisataan kita hancur dalam beberapa tahun ke depan," tegasnya.
Baca juga: Eksplorasi Rasa Keju Wonderful Indonesia dari Danau Toba hingga Labuan Bajo
Ia menilai dalam kurun waktu 10 tahun terakhir terjadi kerusakan terumbu karang maupun persoalan ekosistem lainnya di TNK, sehingga melalui penerapan sistem tersebut diharapkan dapat kembali memulihkan ekosistem di TNK.
Ia juga membenarkan bahwa spot wisata Pulau Padar sangat ramai dikunjungi dan dapat berpotensi melebihi DDDT kawasan, namun dengan sistem kuota ia meyakini kunjungan wisatawan dapat dikelola dengan baik sehingga tidak terjadi penumpukan wisatawan pada satu spot wisata di TNK.
Aloysius juga berharap agar tata kelola kawasan TNK semakin baik, dan nantinya dalam penerapan kuota bagi wisatawan semakin meningkatkan kualitas dan keberlanjutan pariwisata berbasis alam di Labuan Bajo.
Baca juga: Wisata Gua Batu Cermin Labuan Bajo, Isinya Cermin Semua?
Lebih lanjut, ia meminta pihak BTNK agar mempersiapkan sistem kuota wisatawan yang tepat dan adil, sehingga tidak terdapat potensi monopoli dalam sistem tersebut.
"Karena jika tidak disiapkan akan menjadi masalah besar," katanya.
Sementara itu, Koordinator Urusan Kerjasama Humas dan Pelayanan BTNK Maria Rosdalima Panggur mengatakan BTNK memiliki aplikasi Siora untuk mempermudah pengelolaan dan pelayanan kunjungan di TNK dan aplikasi ini menyediakan fitur untuk reservasi tiket masuk secara daring (e-ticketing), serta perizinan kegiatan destinasi wisata.
Nantinya, lanjut dia, BTNK akan mengumpulkan data pelaku pariwisata lokal di wilayah tersebut sehingga dapat mengatur pengelolaan sistem kuota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA