Wisatawan Mancanegara di Indonesia (sumber: kemenpar)
INDOZONE.ID - Indonesia itu memang negara yang unik banget. Bukan cuma soal alamnya yang indah atau budayanya yang beragam, tapi juga kebiasaan sehari-hari warganya yang kadang bikin orang luar alias bule geleng-geleng kepala. Banyak hal yang kita anggap biasa, ternyata di mata mereka itu aneh, bahkan gak masuk akal.
Gak sedikit traveler asing yang membagikan pengalaman mereka di Indonesia dan bilang kalau negara kita ini punya banyak hal yang gak mereka sangka-sangka. Nah, dari sekian banyak, ada enam hal yang sering jadi pertanyaan, “Ini mitos atau fakta sih?” Yuk, kita bedah satu per satu!
Bule itu kalau makan pedas, biasanya dari saus atau bubuk cabai. Tapi di Indonesia? Sambal adalah segalanya! Bahkan, makan gorengan yang udah gurih aja harus dicocol sambal atau digigit bareng cabai rawit. Ini bikin bule heran, kenapa sih makanan yang udah enak harus dibikin pedas lagi?
Menurut Justine, salah seorang traveler, dia tidak pernah terpikirkan untuk makan cabai rawit mentah secara langsung. Awalnya dia merasa aneh dan ragu, tapi akhirnya dia coba. Ternyata pedas banget, tapi enak dan bikin nagih. Bahkan, dia sudah mulai obsesi makan cabai rawit mentah. Katanya, kalau makan gorengan, sandwich, atau pizza rasanya hambar tanpa cabai rawit.
Baca juga: Indonesia Siap Jadi Episentrum Wisata Olahraga Dunia, Ini 5 Alasannya
Di Indonesia, makan langsung dengan tangan itu hal yang biasa banget. Tetapi buat orang luar atau bule, kebiasaan ini terdengar “jorok” atau gak higienis. Padahal, orang Indonesia selalu cuci tangan dulu sebelum makan, jadi tetap bersih.
Selain cara makan, ada juga soal makanan pokok. Kalau di negara Barat orang bisa kenyang cuma dengan makan roti, beda banget sama orang Indonesia. Di sini, kalau kamu belum makan nasi, tandanya kamu belum makan beneran. Nasi adalah menu wajib di hampir setiap rumah di Indonesia. Dari warteg sampai restoran mewah pun selalu sedia nasi.
Menurut bule, kebiasaan makan pakai tangan dan gak bisa hidup tanpa nasi itu unik. Tapi buat kita, hal itu sudah jadi bagian sehari-hari dan gak bisa dipisahkan dari identitas orang Indonesia.
Pernah gak sih kamu janjian jam 3 sore, tapi teman kamu baru nongol setengah 4 bahkan jam 4 lewat? Nah, fenomena ini yang sering bikin bule kaget pas hidup di Indonesia.
Di banyak negara, waktu itu dihargai banget. Kalau dibilang jam 3, ya berarti jam 3 beneran. Tapi di sini? Jam 3 itu bisa jadi fleksibel. Orang sering menyebutnya “jam karet” alias waktu yang bisa molor, melar, bahkan kadang hilang entah ke mana.
Bukan cuma soal nongkrong sama teman, tapi juga acara resmi, rapat, bahkan pesta. Bule yang baru pertama kali ngalamin biasanya shock, “Lho kok acaranya molor sejam lebih? Bukannya harusnya udah mulai?” Sementara orang lokal malah santai, “Tenang aja, bro. Diundur dikit gak apa-apa.”
Fenomena ini sudah jadi bagian dari budaya sehari-hari di Indonesia. Ada yang bilang karena masyarakat kita lebih fleksibel dan gak terlalu kaku sama waktu. Tapi sebenarnya, kebiasaan ini tuh hal yang buruk yang seharusnya dihindari. Ada baiknya kita selalu mengusahakan untuk tepat waktu.
Bayangkan kamu baru aja ketemu seseorang di warung atau di jalan. Baru lima menit ngobrol, tiba-tiba sudah ada lelucon yang cukup berani terlontar, seakan-akan kalian sudah sahabatan bertahun-tahun.
Itulah gaya orang Indonesia, gampang banget cair bahkan dengan orang asing. Obrolan ringan bisa berubah jadi gurauan kocak, kadang nyerempet hal-hal pribadi, tapi selalu dengan niat bikin suasana lebih hangat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Authentic-indonesia.com, Expat.or.id, Travel-lush.com, Medium