Lawang Sewu (Instagram/dave.ramadhan)
INDOZONE.ID - Berkunjung ke Semarang, Jawa Tengah, tentu nggak lengkap lho, kalau belum pergi ke Lawang Sewu.
Nah, bagi kamu, yang pingin ke Lawang Sewu, nggak perlu lagi takut akan kehororan gedung ikonik ini. Lawang Sewu saat ini sudah benar-benar “hidup“, sangat gemerlap, banyak riuh wisatawan, pokoknya sudah sangat berbeda dibanding jaman dulu.
Tapi destinasi ini tetap layak untuk kamu masukkan ke list tujuan wisatamu selama di Kota Semarang.
Lawang Sewu, yang didirikan di masa Pemerintahan Kolonial Belanda, resmi dibuka pada 1 Juli 1907.
Baca juga: 5 Destinasi Wisata yang Jadi Lokasi Syuting Film Indonesia, dari Pabrik Gula hingga Benteng Unik
Tempat ini dulu merupakan Kantor Pusat Perusahaan Kereta Api milik Hindia-Belanda, Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Adapun saat ini, Lawang Sewu telah dimiliki oleh PT KAI.
Nah, mungkin, ada satu pertanyaan klasik, yang terbesit di pikiranmu, dan bisa jadi juga terpikirkan oleh banyak orang.
Pertanyaan ini sudah sering ditanyakan berulang-ulang ketika berbicara tentang Lawang Sewu.
“Apa benar sih, pintu Lawang Sewu jumlahnya beneran sebanyak 1000 pintu seperti namanya?“
Jawabannya: Tidak.
Baca juga: Surga Tersembunyi di Ujung Sumatera, Ini 6 Pulau Cantik di Aceh yang Wajib Dikunjungi
Jadi, total jumlah pintu di Lawang Sewu itu sekitar 928 pintu. Untuk memudahkan pengucapan, masyarakat sekitar memilih menyebutnya sewu, yang dalam bahasa Jawa berarti seribu.
Pembulatan dari 928 menjadi seribu ini yang kemudian populer. Alhasil, lokasi ini disebut Lawang Sewu sampai sekarang.
Selain itu, ada beberapa sumber yang mengatakan, bahwa jumlah pintu di Lawang Sewu tidak sampai 500-an, tepatnya 429 pintu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Si Ular Besi Antar Jonan Jadi Menteri