Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 30 JUNI 2025 • 16:54 WIB

Semarak Tradisi Keboan Aliyan, Ribuan Warga Padati Desa Osing Banyuwangi

Semarak Tradisi Keboan Aliyan, Ribuan Warga Padati Desa Osing BanyuwangiRitual Budaya Keboan Aliyan (sumber: Humas Pemkab Banyuwangi)

INDOZONE.ID - Minggu (29/6/2025), Desa Aliyan di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, dipenuhi ribuan orang yang antusias menyaksikan tradisi budaya Keboan Aliyan. Meski hujan mengguyur kawasan tersebut, semangat masyarakat dan wisatawan tetap membara.

Keboan Aliyan merupakan ritual adat masyarakat Osing yang digelar setiap bulan Suro dalam kalender Jawa. Tradisi ini tidak hanya sakral bagi warga setempat, tetapi juga menjadi daya tarik budaya yang rutin menyedot perhatian wisatawan lokal dan asing.

Prosesi digelar di lapangan desa, yang sisi kanan dan kirinya dipenuhi penonton. Tradisi ini dipercaya sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen serta permohonan agar musim tanam berikutnya membawa keberkahan. Dalam ritual ini, beberapa warga yang mengalami kesurupan menirukan perilaku kerbau, membajak sawah, berkubang di lumpur, dan membawa alat bajak di punggung mereka.

Keboan ini sudah dilakukan turun-temurun sejak ratusan tahun lalu. Kami bersyukur atas hasil panen, sekaligus berdoa agar panen ke depan lebih baik dan dijauhkan dari marabahaya,” ujar Agus Robani Yusuf, Kepala Desa Aliyan.

Baca juga: Damar Art Banyuwangi Ukir Prestasi di Panggung Eksotika Bromo 2025

Acara diawali dengan selamatan dan ider bumi, yaitu prosesi mengelilingi desa ke empat penjuru mata angin. Setelah itu, warga yang dalam keadaan kerasukan mulai menampilkan ritual pertanian: dari membajak, mengairi sawah, hingga menanam benih.

Dua kelompok peserta membentuk iring-iringan dari arah timur dan barat desa. Kelompok timur terdiri dari warga Dusun Krajan, Cempokosari, Bolot, dan Temurejo. Sementara kelompok barat berasal dari Dusun Sukodono dan Kedawung. Masing-masing menampilkan pertunjukan budaya di hadapan para tamu dan pelancong.

Seorang wisatawan asal Rusia, Aleksei, mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya mengikuti ritual ini.
Teman saya memperkenalkan budaya ini. Saya sangat kagum melihat bagaimana masyarakat menjaga tradisi seperti ini. Beda dari yang biasa saya lihat, dan saya merasa beruntung bisa datang langsung ke sini,” ujarnya.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, turut hadir dan memberikan apresiasi. Ia menyebut Keboan Aliyan sebagai contoh konkret sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi warga melalui sektor pariwisata.

Tradisi semacam ini sangat penting dijaga. Selain memperkuat identitas budaya lokal, juga membuka peluang ekonomi lewat pariwisata,” kata Mujiono.

Baca juga: Healing Bernuansa Budaya di Banyuwangi, Saksikan Ritual Keboan Aliyan dan Acara Seru Lainnya

Selain ritual utama, sejak Jumat (27/6/2025), masyarakat juga menyelenggarakan berbagai kegiatan pendukung seperti bazar UMKM dan pertunjukan kesenian daerah.

Keboan Aliyan merupakan peninggalan leluhur Buyut Wongso Kenongo yang dimakamkan di Dusun Cempokosari. Sejak era Kerajaan Blambangan, ritual ini terus dilestarikan sebagai simbol identitas masyarakat Osing dan digelar secara rutin setiap bulan Suro.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemkab Banyuwangi

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Semarak Tradisi Keboan Aliyan, Ribuan Warga Padati Desa Osing Banyuwangi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!