Skywalk Kebayoran Lama baru saja diresmikan oleh PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono pada 27 Januari 2023 lalu. Skywalk ini digadang-gadang sebagai JPO terpanjang di Jakarta, yakni 450 meter.
Pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang awalnya diharapkan bisa dimanfaatkan para masyarakat sekarang mendapat kritik dari publik.
Banyak para pengguna JPO yang menyayangkan karena dikenakan tarif sebesar Rp3.500 saat melewati skywalk ini, meskipun enggak menggunakan layanan TransJakarta. Padahal sebelumnya enggak ada pemberitahuan bahwa JPO tersebut berbayar.
Hal ini dikeluhkan oleh salah satu pengguna JPO, Yogi yang mengaku terkejut saat mengetahui saldonya terpotong saat melakukan tap in dan tap out.
“Padahal saya nggak naik TransJakarta cuma lewat doang, tapi saldo JakLingko saya dipotong Rp3.500 kirain gratis kalau lewat,” ungkap Yogi.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menegaskan bahwa Skywalk Kebayoran Lama di Jakarta Selatan bukanlah jalur umum atau jembatan penyeberangan orang (JPO) seperti pada umumnya. Maka dari itu, bagi siapapun yang ingin melintasinya wajib memakai kartu elektronik.
"Jadi memang itu skywalk untuk memudahkan penumpang ketiga moda transportasi, bukan sebagai jembatan penyeberangan orang (JPO) umum," kata Hari.
Skywalk Kebayoran Lama ini menghubungkan Stasiun KRL Kebayoran Lama dengan Halte Transjakarta Velbak (Koridor 13) dan Halte Transjakarta Pasar Kebayoran Lama (Koridor 8).
Dari pantauan Z Creators Jauzi Muqoddas, sudah banyak warga yang menggunakan fasilitas JPO ini. Untuk menunjang kenyamanan para pengguna, skywalk ini telah dilengkapi dengan fasilitas dua unit eskalator untuk mempermudah akses menuju Halte Velbak.
Selain itu, ada 13 unit kamera pengawas (CCTV) terpasang dan tersebar di sepanjang skywalk untuk menjaga keamanan pengguna.
Untuk mempercantik, dipasang pula 200 lampu LED dan 215 lampu RGB yang akan menambah nilai estetika Skywalk Kebayoran Lama ini. Namun sayang sekali, 3 unit lift yang tersedia belum bisa difungsikan karena masih dalam tahap pengerjaan.
Karena lokasinya yang berada cukup tinggi, hal ini menyebabkan embusan angin terasa kencang saat melintas di sepanjang skywalk. Untuk mengatasi hal tersebut, desain penutup di kedua sisinya dibuat seperti jaring-jaring.
Artikel menarik lainnya:
- Mulai Beroperasi, Ini Penampakan Skywalk Terpanjang di Jakarta
- Habiskan Rp38 M, Penampakan Skywalk Terbaru Jaksel Bikin Terpana: Megah dan Instagramable!
- Di Luar Nalar! Jembatan Penuh Misteri Ini Pernah Dibom Belanda, Namun Enggak Hancur
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: