INDOZONE.ID – Martabak manis, atau yang sering dikenal dengan nama kue terang bulan, adalah salah satu camilan penutup yang sangat digemari masyarakat Indonesia.
Makanan yang memiliki rasa manis dan tekstur empuk ini awalnya berasal dari Bangka Belitung dengan nama asli hok lo pan.
Hidangan ini pertama kali dibuat oleh masyarakat Hakka, yaitu etnis Tionghoa yang berasal dari China Selatan yang menetap di Pulau Bangka.
Seiring waktu, martabak manis telah berkembang dengan berbagai varian rasa.
Baca Juga: Salut! Penjual Martabak Ini Berhasil Beli Rumah Pakai Koin Hasil Menabung 3 Tahun
Meskipun begitu, rasa klasik yang terdiri dari coklat dan kacang tetap menjadi favorit banyak orang.
Rasa tersebut tetap memikat banyak kalangan, baik yang muda maupun yang lebih tua.
Di berbagai daerah di Indonesia, martabak manis dikenal dengan nama yang berbeda. Di Bandung, martabak ini disebut "kue terang bulan", di Semarang disebut "kue Bandung", dan di Pontianak dikenal dengan nama "apam pinang".
Nama "kue terang bulan" sendiri merujuk pada warna martabak yang kuning terang, mirip dengan cahaya bulan purnama.
Baca Juga: Resep Martabak Mini untuk Si Kecil di Rumah, Mudah dan Murah
Martabak manis biasanya dijajakan pada malam hari. Ini karena pada malam hari, jumlah pedagang makanan yang beroperasi cenderung lebih sedikit, menjadikan martabak sebagai pilihan utama bagi para pencinta camilan malam.
Selain itu, martabak yang disajikan hangat cocok dinikmati setelah seharian beraktivitas atau setelah makan malam.
Suasana malam yang lebih santai juga membuat banyak orang merasa nyaman untuk menikmati martabak bersama keluarga atau teman-teman mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tatler Asia