INDOZONE.ID - Industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) di Indonesia terus menunjukkan perkembangan seiring meningkatnya aktivitas sektor pariwisata, perhotelan, restoran, dan gaya hidup masyarakat.
Perubahan tersebut turut mendorong berkembangnya tren kreasi minuman atau mixology yang kini semakin mendapat perhatian, baik dari pelaku industri maupun konsumen.
Melihat perkembangan tersebut, Polaris kembali menyelenggarakan Polaris Mixologist Competition 2026, yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ketiga.
Kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya inovasi minuman sekaligus mempertemukan para mixologist, pelaku industri F&B, dan masyarakat dalam satu wadah kolaborasi.
Tren Industri F&B dan Pariwisata Dorong Budaya Mixology
Pertumbuhan sektor F&B turut didorong oleh meningkatnya aktivitas pariwisata dan industri hospitality.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pariwisata Indonesia tumbuh 14,01 persen sepanjang Januari–Mei 2025, sehingga ikut menggerakkan bisnis restoran, kafe, hotel, dan destinasi wisata.
Kondisi ini membuat minuman tidak lagi sekadar pelepas dahaga, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman bersantap.
Di sisi lain, kekayaan rempah dan bahan pangan lokal seperti jahe, pandan, kunyit, dan citrus terus menjadi inspirasi dalam pengembangan berbagai kreasi minuman.
Kompetisi Digelar di Jakarta dan Bali
Tahun ini, kompetisi hadir dengan konsep yang lebih menonjolkan pemanfaatan bahan-bahan khas Nusantara sebagai inspirasi utama dalam setiap kreasi minuman.
Babak penyisihan digelar di Jakarta dan Bali, sebelum para finalis terbaik dari kedua kota bertemu pada Grand Final di Bali.
Menurut juri sekaligus Deputy Managing Director Cosmetics, Arey Baker, tema tersebut menjadi pembeda utama dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Ia menilai kompetisi tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga menjadi tolok ukur perkembangan para bartender di Indonesia.
"Oh sangat bagus banget ya, karena kompetisi itu adalah salah satu wadah ataupun tolak ukur bagi bartender-bartender kita, di mana kalau kita berkompetisi, otomatis kita akan berusaha yang terbaik gitu. Dan kita melihat bahwa bartender-bartender muda ini juga, mereka sudah memberikan yang terbaik pada saat kompetisi di hari ini juga," ujarnya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, pada Sabtu (27/6/2026).
Kompetisi ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan para mixologist, pelaku industri F&B, dan masyarakat dalam mengembangkan kreativitas di bidang minuman.
Tren Minuman Rendah Gula Terus Berkembang
Di sisi lain, industri minuman juga mengikuti tren gaya hidup sehat dengan menghadirkan lebih banyak pilihan rendah gula dan kalori.
Perkembangan ini membuat variasi minuman berkarbonasi semakin beragam, baik untuk dikonsumsi langsung maupun dijadikan bahan dasar berbagai kreasi minuman.
Menurut penyelenggara, perkembangan industri minuman saat ini semakin mengarah pada pengalaman konsumsi yang lebih personal, eksplorasi rasa, serta pemanfaatan bahan-bahan lokal sebagai identitas cita rasa Indonesia.
Seiring berkembangnya industri minuman dan budaya mixology di Indonesia, penyelenggara berharap kompetisi ini dapat terus menjadi wadah yang mendorong kreativitas sekaligus memperkuat kolaborasi antarpelaku industri.
"Harapan kami ini bisa menjadi ajang atau platform tahunan yang berkelanjutan untuk memajukan juga dunia mixologist di Indonesia. Selain itu juga menjadi ajang kolaborasi antara para mixologist, kemudian pelaku industri, maupun masyarakat umum, untuk lebih mendukung pariwisata Indonesia," pungkas Winny Yunitawati, Deputy Managing Director Cosmetics, Consumer & Health Care PT. Tempo Scan Pacific, Tbk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan