Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 03 AGUSTUS 2019 • 08:16 WIB

Meti Kei, Fenomena Laut Surut di Maluku Tenggara

Meti Kei, Fenomena Laut Surut di Maluku TenggaraInstagram/destinasinusantara

Tidak cuma di Bali yang punya deretan pantai cantik. Kamu akan dapat keindahan alam yang jauh lebih menawan di Pantai Ngurtafur, Maluku Tenggara.

Terletak di Kepuluan Kei, Pantai Ngurtafur tidak seperti pantai pada umumnya. Pantai ini memiliki keajaiban dimana pasir akan timbul di tengah-tengah karena air laut yang surut. Fenomena ini disebut Meti Kei. 

Meti dalam bahasa Maluku berarti ‘kering kerontang’, sementara itu dalam ilmu kelautan atau istilah para pelaut maupun nelayan setempat, meti kei itu sendiri berarti fenomena alam air laut surut terbesar dan terpanjang yang hanya ada di Kepulauan Kei.

Instagram/kartinimedia

Fenomena air laut surut ini bisa jadi yang terluas di dunia. Karena pasir yang timbul cukup panjang dan luas, hingga mencapai tiga kilometer. Belum lagi luas wilayah kanan-kiri yang sejajar dengan pantai, dan uniknya lagi fenomena meti kei ini terjadi sekaligus di beberapa pantai Kepulauan Kei.

Meti kei merupakan anugerah Tuhan kepada penduduk Kepulauan Kei. Fenomena alam ini membuat para nelayan bisa dengan mudah menggiring tangkapan laut ke arah pantai, sehingga mereka tinggal mengambil ikan yang menggelepar di tempat yang surut. 

Bahkan kini fenomena alam ini menjadi daya tarik wisatawan karena dapat menyaksikan penangkapan ikan bersama nelayan (bahkan dapat turut serta membantu), juga dapat berjalan-jalan hingga ke tengah laut tanpa berenang.

Bulan September sampai Oktober adalah saat dimana fenomena air surutnya sangat luas dan air pasang yang sangat lama, sehingga wisatawan yang berkunjung dapat berjalan hingga ketengah lautan.

Disarankan menggunakan sandal gunung atau sepatu karang. Jangan lupa penutup kepala dan sunglasses karena panas matahari akan terasa menyengat.

Untuk mencapai lokasi pantai-pantai Meti Kei perlu ditentukan dahulu pilihannya, karena tidak semua searah dan terkadang berjauhan letaknya. 
Namun, hampir lokasi tersebut tidaklah sulit dijangkau karena adanya akses jalan bagi kendaraan roda dua ataupun empat. Sebaiknya datang dari pagi hari sehingga dapat menggunakan waktu secara optimal untuk berkunjung ke spot-spot yang lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Meti Kei, Fenomena Laut Surut di Maluku Tenggara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!