Onigiri, makanan tradisional nasi kepal khas Jepang
INDOZONE.ID - Ketika berbicara tentang kuliner Jepang, banyak orang mungkin langsung memikirkan sushi atau ramen.
Namun, ada satu makanan khas Jepang yang sederhana, praktis, dan kaya akan sejarah yaitu onigiri atau nasi kepal.
Onigiri telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jepang, baik sebagai bekal perjalanan, menu makan siang, atau camilan praktis di sela aktivitas.
Onigiri adalah nasi kepal yang dibentuk menjadi berbagai bentuk, seperti segitiga, bulat, atau silinder, dan biasanya dibungkus dengan lembaran nori (rumput laut kering).
Bagian dalamnya seringkali diisi dengan berbagai macam bahan, seperti tuna mayo, umeboshi (acar plum), salmon panggang, atau tarako (telur ikan).
Meski terlihat sederhana, onigiri mencerminkan keanekaragaman cita rasa Jepang.
Baca Juga: Resep Onigiri Ala Rumahan: Bekal Lezat dan Sehat untuk Anak Tercinta
Tradisi membuat onigiri telah ada sejak periode Heian (794–1185). Pada masa itu, nasi dibentuk menjadi bola untuk memudahkan konsumsi saat bepergian atau dalam pertempuran.
Kemudian, penggunaan nori untuk membungkus onigiri mulai populer selama periode Edo (1603–1868), menjadikan makanan ini lebih mudah digenggam dan dinikmati.
Kesederhanaan dan fleksibilitasnya membuat onigiri menjadi favorit di Jepang. Onigiri dapat ditemukan di mana-mana, mulai dari toko serba ada (convenience store) hingga rumah tangga.
Harganya yang terjangkau dan kemudahan untuk dibawa menjadikannya pilihan praktis untuk semua kalangan, dari anak-anak sekolah hingga pekerja kantoran.
Selain itu, onigiri mencerminkan budaya Jepang yang menghargai kesederhanaan dan efisiensi.
Meskipun sederhana, rasa yang dihasilkan sangat bergantung pada kualitas bahan, seperti nasi yang pulen dan bumbu yang seimbang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat