hujan meteor Lyrid April 2026. (Freepik)
INDOZONE.ID - Hujan meteor Lyrid terjadi pada paruh kedua April 2026, tepatnya pada tanggal 14 hingga 30.
Hujan meteor Lyrid terjadi saat orbit bumi melewati jejak debu dari ratusan tahun lalu yang ditinggalkan komet C/186 G1 atau Thatcher.
hujan meteor Lyrid April 2026. (Freepik)
Komet Thatcher bertanggung jawab atas fenomena hujan meteor Lyrid. Komet ini membutuhkan 415 tahun untuk menyelesaikan satu orbit penuh saat mengelilingi matahari.
Komet Thatcher terakhir kali terlihat pada 1861. Sesuai waktu perputarannya, komet Thatcher baru bisa dilihat lagi pada 2283. Meski begitu, hujan meteor Lyrid dapat dilihat pada April 2026.
Baca juga: FOTO: Keindahan Hujan Meteor Perseid
Hujan meteor Lyrid memiliki siklusnya sendiri. Dalam kurun waktu kemunculannya, hujan meteor Lyrid pun memiliki momen puncak, yaitu pada 22 April lalu.
Pada momen puncaknya, hujan meteor Lyrids bisa menghasilkan sekira 18 meteor per jam. Tak ayal, pemandangan luar biasa akan tersaji kala meteorit seukuran kelereng besar melewati atmosfer bumi.
Ukuran yang sedikit lebih besar, menghasilkan jejak meteor dengan penampakan seperti kilatan dan garis di langit malam.
Lalu, kenapa hujan meteor ini diberi nama Lyrid? Nama ini diberikan karena pijar hujan meteornya memancar di dekat konstelasi Lyra, sang Harga. Akan tetapi, meteor dapat muncul dari mana saja.
Beberapa meteor dapat terlihat dari pusat kota, London, Inggris, contohnya. Akan tetapi, kamu seharusnya bisa melihat hujan meteor Lyrid di daerah yang jauh dari polusi cahaya di perkotaan.
Ilmuwan planet dan ahli meteorit Natural History Museum, Dr. Ashley King, menyatakan peluang melihat hujan meteor Lyrid membesar saat langit makin gelap.
Baca juga: 3 Fenomena Unik Langit Malam di Bulan Desember, Mulai Hujan Meteor Hingga Gerhana Matahari
Bahkan, menurutnya, penampakan hujan meteor Lyrid dapat kurang maksimal jika cahaya bulan terlalu terlihat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Natural History Museum