INDOZONE.ID - Cemilan tradisional Indonesia kaya akan variasi dan cita rasa yang unik, namun sering kali beberapa makanan terlihat serupa padahal memiliki perbedaan mendasar.
Salah dua dari cemilan yang sering membuat orang bingung adalah cilung dan papeda.
Keduanya memiliki tekstur yang lengket dan kenyal, tetapi apakah kamu tahu perbedaan di antara keduanya?
Yuk, kita simak lebih dalam mengenai kedua makanan ini, mulai dari bahan, cara pembuatan, hingga popularitasnya di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan Gen Z!
Asal-usul Cilung dan Papeda
Cilung, singkatan dari aci digulung, merupakan jajanan yang sangat populer di Jawa Barat, terutama di kota Bandung. Aci, yang dalam bahasa Sunda berarti tepung tapioka, menjadi bahan utama pembuatan cilung.
Cemilan ini mulai dikenal luas karena rasanya yang gurih dan penyajiannya yang praktis serta bisa dikonsumsi kapan saja.
Di daerah asalnya, cilung sering kali dijajakan di sekolah-sekolah oleh para pedagang kaki lima.
Baca Juga: Cara Membuat Papeda Cilung Gulung Telur yang Enak, Ini Resepnya!
Berbeda dengan cilung, papeda berasal dari wilayah timur Indonesia, khususnya di Maluku dan Papua.
Papeda dikenal sebagai makanan pokok masyarakat setempat, terutama sebagai pengganti nasi.
Bahan utama papeda adalah sagu, yang diolah menjadi bubur lengket dengan tekstur yang khas. Meskipun fungsinya sebagai makanan utama, papeda sering juga dinikmati sebagai cemilan di beberapa kesempatan.
Bahan Utama dan Tekstur
Perbedaan mendasar antara cilung dan papeda terletak pada bahan utama yang digunakan. Cilung dibuat dari aci (tepung tapioka), yang memberikan tekstur kenyal dan sedikit kaku ketika sudah matang.
Sementara itu, papeda dibuat dari tepung sagu, yang memberikan tekstur lebih licin dan lengket seperti gel.
Pada cilung, tepung tapioka dicampur dengan air dan bumbu-bumbu kemudian digoreng hingga membentuk lapisan tipis yang bisa digulung.
Sebaliknya, papeda dibuat dengan mencampurkan tepung sagu dengan air panas, lalu diaduk hingga membentuk adonan yang lengket.
Papeda biasanya tidak digoreng atau dipanggang, melainkan langsung disajikan dalam bentuk bubur yang bisa disantap dengan lauk.
Baca Juga: Papeda, Makanan Khas Maluku yang Unik dan Kaya Nutrisi
Cara Penyajian
Cilung biasanya digoreng dalam wajan datar menggunakan tusukan bambu sebagai pegangan.
Setelah adonan aci dituangkan ke atas wajan, adonan tersebut digulung dengan tusukan bambu hingga membentuk gulungan yang padat.
Cilung sering disajikan dengan berbagai macam bumbu tabur, seperti bubuk cabai, saus sambal, atau keju bubuk, yang menambah cita rasa gurih dan pedas.
Sebaliknya, papeda disajikan dengan cara yang lebih sederhana. Biasanya, papeda disajikan dalam mangkuk besar dan disantap menggunakan sendok atau sumpit. Papeda dimakan bersama lauk-pauk seperti ikan kuah kuning atau sayur-sayuran.
Meskipun begitu, di beberapa daerah, papeda juga dinikmati sebagai cemilan, terutama dengan tambahan saus atau sambal khas setempat.
Popularitas dan Persebaran
Ketika berbicara tentang popularitas, cilung mendominasi pasar jajanan anak muda di Jawa dan sekitarnya.
Baca Juga: Suka Olahan Aci? Ini Cara Membuat Cilung Mudah dan Sederhana
Penjual cilung bisa dengan mudah ditemui di depan sekolah, taman kota, atau di pusat perbelanjaan.
Harganya yang terjangkau dan rasanya yang gurih membuat cilung menjadi favorit banyak orang, terutama kalangan anak-anak dan remaja.
Di sisi lain, papeda lebih dikenal di wilayah timur Indonesia dan belum sepopuler cilung di pulau Jawa. Meskipun begitu, papeda telah mendapat tempat di hati para pecinta kuliner Nusantara.
Berkat media sosial dan pengaruh para food vlogger, papeda kini semakin dikenal dan dicoba oleh masyarakat di luar Papua dan Maluku.
Banyak orang yang penasaran dengan teksturnya yang unik dan sensasi memakannya yang berbeda dari makanan lain.
Lantas, Pilih Cilung atau Papeda?
Pada akhirnya, baik cilung maupun papeda memiliki daya tariknya masing-masing. Cilung lebih cocok bagi kamu yang suka jajanan gurih, praktis, dan bisa dinikmati sambil jalan.
Sementara itu, papeda menawarkan pengalaman makan yang lebih tradisional dan unik, cocok bagi kamu yang ingin merasakan sensasi kuliner khas Indonesia Timur.
Jadi, apakah kamu lebih tim cilung atau papeda? Atau mungkin keduanya bisa jadi favoritmu di waktu yang berbeda? Jangan ragu untuk mencoba kedua makanan ini dan tentukan sendiri pilihanmu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Indonesia.go.id, Binus.ac.id, Cookpad.com