Selasa, 30 JULI 2024 • 15:30 WIB

3 Makanan Khas Nusantara Ini Dulunya Jadi Menu Khusus Kerajaan dan Tertulis dalam Prasasti

Author

Makanan Nusantara

INDOZONE.ID - Pernahkah terbayang dalam pikiran kamu kalau beberapa jenis makanan yang sekarang mudah diperoleh serta disukai banyak orang ini, dahulu hanya bisa disantap di dalam kerajaan? Siapa saja pasti akan terpana ketika mengetahui kenyataan tersebut.

Sebab, ada makanan khas yang menyehatkan serta sumber vitamin untuk tubuh, ternyata punya sejarah menakjubkan, yaitu merupakan menu favorit keluarga kerajaan dan tamu kehormatan saat acara tertentu.

Padahal, makanan khas itu sekarang bebas dinikmati siapapun, apalagi bagi penyuka vegetarian. Selalu menjadi incaran dengan harga terjangkau untuk semua kalangan.

Penasaran bukan apa aja makanan khas yang dimaksud? Berikut penjelasan singkatnya berdasarkan hasil pantauan dari YouTube Ini Khenny, yang dilansir Selasa (30/7/2024).

Hasil penelusuran narator dalam kanal YouTube tersebut, menyebutkan bahwa beberapa prasasti mengungkap beberapa masakan berikut pernah masuk hidangan mewah.

Baca Juga: Restoran di Kuningan Jaksel, Cacamarica: Serasa di Rumah dengan Rasa Autentik Nusantara untuk Kamu yang Rindu Masakan Mama

3 Makanan Jadi Menu Khusus Kerajaan

Berikut beberapa makanan khas Nusantara yang menjadi menu khusus kerajaan dan tertulis dalam prasasti.

1. Urap

Urap sayur

Siapa yang tidak kenal dengan makanan ini? Berbagai macam jenis sayuran direbus, setelah matang dan tiriskan. Selanjutnya segera disantap memakai bahan pelengkap dari parutan kelapa yang diolah pakai bumbu tertentu.

Masakan satu ini aslinya memang dari Jawa. Meskipun begitu, setiap daerah punya nama masing-masing. Bisa jadi bukan urap, melainkan istilah lain. Makanan tersebut biasanya disantap bersama nasi jagung.

Bukti kuat yang menyatakan kalau urap termasuk makanan kerajaan, ada dalam Prasasti abad 10, bernama Lingga Suntan dari Kerajaan Medang atau Mataram Kuno.

2. Rujak

Rujak buah

Makanan kedua ini memang favorit siapa saja. Ada yang berupa buah aja isinya, atau ditambah sayur mayur.

Rujak termasuk makanan khas yang pertama terdeteksi oleh sejarah. Terdapat dalam prasasti Taji Jawa Kuno usia 901 Masehi.

Sesuai penjelasan pada prasasti, menunjukkan bahwa masa itu menu sehat satu ini seringkali disertakan dalam upacara adat yaitu noloni mitoni (tujuh bulanan sambut kelahiran bayi).

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan doa terbaik terhadap ibu dan bayi, supaya sehat dan lancar saat proses lahiran selesai.

Setelah waktu berlalu, rujak seringkali ada dalam upacara adat lain seperti khitanan, pernikahan, keagamaan dan lain-lain.

Bahkan seiring berkembangnya zaman, setiap daerah punya ciri khas rujak. Yang mana tidak melulu berisi buah, tapi ada juga campuran lain untuk menambah cita rasa khas.

Contohnya: rujak cingur (Jawa Timur), rujak buah (Bali), rujak Betawi (Jakarta).

Baca Juga: Cuma Rp115 Ribu, Kamu Bisa Nikmati Menu Iftar asal Middle East, Chinese, Western, dan Nusantara

3. Pecel

Pecel sayur

Selanjutnya, masakan khas nomor tiga ini mudah sekali dibeli, entah itu di kaki lima, warung, pasar, sampai area food court di mall, maupun area perkantoran dan sekolah.

Ciri khas pecel, berupa aneka sayur yang direbus seperti, kacang panjang, tauge, bayam, kangkung, mentimun dan lain-lain, ditambah dengan bumbu kacang dengan racikan tertentu.

Awal mula pecel berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak abad 9 Masehi. Kalau dicermati lebih mendalam, makanan ini memang makin populer di beberapa daerah seperti, Madiun, Ponorogo, Ngawi, area Jawa Timur dan daerah Jawa Tengah.

Hal tersebut semakin dikuatkan dari temuan pada catatan Kakawin Ramayana, yang menyatakan pecel mulai ada abad 9 Masehi, masa pemerintahan Raja Rakai Watukura Dyah Balitung, Kerajaan Mataram Kuno.

Selain itu, pecel juga tercatat di beberapa prasasti lain seperti, Taji Ponorogo, Siman Kediri, Babad Tanah Jawi, Serat Centhini.

 


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube/ Ini Khenny

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU