Bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut), Andaliman bukanlah sesuatu yang asing. Tanaman endemik Danau Toba ini kerap disebut 'merica Batak' karena sering digunakan sebagai bumbu dasar dalam masakan khas Batak.
Sekarang ini, keberadaan Andaliman semakin menjadi perhatian seiring semakin banyaknya produk makanan yang menggunakan Andaliman sebagai bahan dasar.
"Selain sebagai pelengkap bumbu dapur, dewasa ini banyak produk olahan berbahas dasar andaliman yang diproduksi masyarakat seperti pizza andaliman, bandrek, sambal dan lainnya," kata pegiat lingkungan Marandus Sirait, dikutip dari Antara, Kamis (25/2).
Sirait mengatakan bagi masyarakat Batak, andaliman merupakan rempah utama dalam berbagai menu hidangan. Buahnya yang berbentuk bulat dan kecil berenteng itu hanya tumbuh di dataran tinggi dengan suhu sejuk di sekitar Danau Toba.
Sebelum teknologi berkembang di tanah Batak, orang Batak bisa menikmati hidangan ikan atau daging yang masih mentah yang disebut dengan dekke naniura dan manuk naniura berkat andaliman.
Bumbu andaliman berperan penting di dalamnya bersama bumbu kunyit dan asam jungga. Aroma dan sensasi khas dari andaliman yang tidak dapat disamakan dengan bumbu lain di dunia membuat makanan yang tidak dimasak ini menjadi nikmat.
Jenis masakan yang menggunakan andaliman ini antara lain dekke arsik, jagal naniarsik, sangsang atau tanggo-tanggo, dan berbagai variasi bersama dengan sambal rias dan sambal untuk daging panggang.
Rasa getir di lidah pada saat mencicipinya dan aroma khas dari andaliman memberi kesan dan kenikmatan sendiri.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: