Rabu, 22 JULI 2026 • 13:05 WIB

Lempok, Warisan Kuliner Tradisional dari Boyolali yang Menyerupai Lontong

Author

Lempok disantap dengan makanan lain. (Hafizh Ardiansyah) 

INDOZONE.ID - Ketika mendengar nama Boyolali, banyak orang langsung teringat pada susu sapi dan julukannya sebagai “Kota Susu”. 

Namun, selain terkenal sebagai sentra peternakan sapi perah, Boyolali juga memiliki beragam kuliner tradisional yang diwariskan turun-temurun. 

Salah satunya adalah lempok, makanan khas Wonosegoro dan Wonosamodro yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.

Kata lempok dalam kuliner khas Boyolali belum memiliki asal-usul yang terdokumentasi secara pasti. Namun, berdasarkan penuturan masyarakat setempat, nama tersebut diduga berasal dari bentuk makanannya yang pipih atau lempeng saat dibungkus daun pisang dan direbus.

Baca juga: Perbedaan Bakmi dan Mie Ayam, Ternyata Bukan Cuma soal Topping

Lempok merupakan makanan tradisional berbahan dasar beras yang dibungkus daun pisang dan direbus hingga matang. 

Bentuknya yang persegi pipih sekilas menyerupai lontong, tetapi memiliki tekstur yang lebih kenyal karena dalam proses pembuatannya ditambahkan sedikit garam bleng. 

Lempok umumnya disajikan dengan bumbu kacang, aneka sayuran, dan gorengan. Sekilas penyajiannya mirip dengan pecel, namun lempok memiliki cita rasa dan tekstur kenyal yang menjadi ciri khasnya.

Lempok biasanya disajikan sebagai menu sarapan warga atau sebagai pengganjal perut sebelum makana besar. Selain sarapan lempok juga hadir dalam perjamuan sepertia yasinan warga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU