Kamis, 09 APRIL 2026 • 15:14 WIB

Bukan dari Ambon, Ini Asal-usul Bika Ambon yang Bikin Banyak Orang Kaget

Author

Ilustrasi bika ambon. (Instagram/@bikaambonsundarasa)

INDOZONE.ID  Asal-usul kue Bika Ambon hingga kini masih menyimpan beragam cerita menarik.

Meski namanya identik dengan kota Ambon, tapi kue legendaris ini justru berasal dari Medan, Sumatra Utara (Sumut). 

Bika Ambon. (Instagram/@moucup.patisserie)

Salah satu versi cerita yang cukup populer di masyarakat adalah keterkaitan sejarahnya dengan kawasan Amplas di masa lalu. 

Sejarah Awal di Kawasan Amplas

Baca juga: Tugu MacArthur, Saksi Bisu Perang Dunia II dengan Pemandangan yang Bikin Terpana

Pada zaman dahulu, wilayah Amplas, salah satu area di pinggiran kota Medan, terbagi menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh sebuah sungai. 

Di sisi barat, pernah berdiri sebuah pabrik pengolahan lateks. Di bagian timur, terdapat permukiman buruh dan area perkebunan tembakau serta kakao.

Kawasan ini menjelma menjadi tempat bertemunya berbagai budaya, termasuk para pekerja transmigran dari pulau Jawa. 

Awal Mula Bika Ambon Dikenal Luas

Dari sinilah, cerita bermula. Seorang buruh asal Jawa disebut-sebut mulai membuat kue tradisional dengan tekstur unik yang berongga dengan rasa manis. 

Lalu, kue tersebut dijual di sekitar Medan yang menarik perhatian masyarakat, termasuk orang-orang Belanda pada masa itu. Berkat rasa unik dan berbeda, kue ini cepat dikenal luas oleh semua lapisan masyarakat.

Melihat peluang menguntungkan tersebut, para pedagang Tionghoa mulai ikut mendagangkan kue ini secara lebih luas.

Baca juga: 8 Rekomendasi Menu Point Coffee dan Harganya: Enak-enak dan Gak Bikin Kantong Jebol!

Makna Nama "Ambon" 

Dari yang awalnya hanya jajanan rumahan, Bika pun berkembang menjadi produk dagang yang cukup menjanjikan dalam mendukung sektor ekonomi warga saat itu. 

Nama kue ini diduga berasal dari penyebutan “Bika Amplas-Kebon” yang kemudian disingkat dan berubah menjadi Bika Ambon.

Sementara itu, ada pula versi lain yang mengaitkan nama “Ambon” dengan bahasa lokal di Medan. 

Bika Ambon Zulaikha. (Z Creators/Sri Wahyuni Kuna)

Dalam percakapan sehari-hari, kata “ambon” digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang lembut. Ini dianggap sejalan dengan tekstur Bika Ambon yang empuk, berserat, dan lumer di mulut. Tak ayal, nama tersebut makin melekat hingga saat ini.

Baca juga: Survival Mode On! Intip Paket Makanan Tempur Prajurit Saat Operasi Hutan

Daya Tahan Bika Ambon

Terlepas dari beragam versi asal-usulnya, Bika Ambon tetap dikenal sebagai salah satu kuliner khas Medan yang paling diburu, terutama untuk dijadikan oleh-oleh setelah liburan atau pulang kampung.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu daya tahan bika ambon yang cukup singkat. Tanpa bahan pengawet, kue ini biasanya hanya bertahan sekitar 3 hingga 4 hari, sehingga sebaiknya segera dikonsumsi agar cita rasanya tetap terjaga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Shafwahholidays

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU