Selasa, 20 JANUARI 2026 • 19:05 WIB

Dulunya Simbol Kemiskinan, Begini Sejarah Lobster Naik Level Menjadi Makanan Mewah

Author

Ilustrasi menu lobster. (freepik/lifeforstock)

INDOZONE.ID - Lobster dianggap salah satu makanan yang mewah. Harganya yang mahal membuat lobster disebut sebagai makanan orang kaya.

Tetapi banyak yang belum tahu kalau dulu lobster hanya dianggap sebagai makanan orang miskin. 

Dulunya lobster lebih sering disajikan untuk budak, tahanan, serta pelayan. 

Tak hanya itu, orang dulu juga menjadikan lobster sebagai pakan ternak dan juga pupuk. 

Karena itulah ada aturan di beberapa daerah bahwa majikan hanya boleh memberi lobster beberapa kali seminggu kepada pelayan karena akan dianggap sangat merendahkan.

Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Rainbow Cupcake yang Unik, Ceria, dan Bikin Brand Mudah Diingat

Kenapa bisa demikian? Pada abad ke-16 di Amerika Utara, masyarakat asli Amerika menetap di daerah pesisir utara. 

Wilayah itu dipenuhi oleh lobster. Saking banyaknya mereka tidak perlu melaut untuk mendapatkannya. 

Mereka hanya menunggu badai datang dan ketika badai reda akan banyak lobster terdampar memenuhi pantai mereka. 

Atas kelimpahan itu lobster kemudian diolah sebagai makanan pokok mereka.

Lalu semua berubah ketika bangsa Eropa datang ke wilayah mereka. 

Baca juga: Liburan ke Subulussalam Belum Lengkap Tanpa Mencicipi Kuliner Khas Ini

Di saat bangsa Eropa tiba, mereka melihat tumpukan lobster sebagai hal yang menjijikkan. 

Namun karena mereka baru memulai peradaban di sana, dengan terpaksa mereka memakan lobster untuk sementara. 

Hanya saja lama kelamaan mereka juga semakin tidak sudi dengan makanan tersebut.

Kebencian itu tercipta dari kebiasaan bangsa Eropa saat masih di Inggris. 

Di tempat asalnya, makanan laut yang dijual di pasar bukanlah hasil melaut sehingga kerap kali datang dalam kondisi kurang segar. 

Baca juga: Wisata Kuliner ke Aceh Tenggara? 3 Hidangan Ikonik Ini Wajib Masuk Bucket List Kamu!

Warga Eropa pun dipaksa untuk memakan makanan laut tersebut karena pemerintah mereka menyimpan daging sapi untuk para tentara. 

Sebab, daging sapi dinilai memiliki protein lebih tinggi daripada lobster.

Maka pada tahun 1600, lobster dijadikan makanan para budak, tahanan, dan pelayan. 

Selain itu lobster juga dijadikan pakan ternak serta pupuk.

Kendati demikian, beberapa negara di Eropa seperti Prancis mulai menyukai lobster yang ada di Amerika karena ukurannya yang besar. 

Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Rainbow Cake yang Unik, Kekinian, dan Mudah Diingat

Berbeda dengan lobster di Eropa yang kecil, panjang lobster di Amerika saat itu bisa mencapai 6 ribu kaki.

Kemudian di akhir tahun 1700, lobster akhirnya populer sebagai makanan mewah. 

Di Prancis mereka menyajikan lobster Amerika dengan saus mewah dan diberi topping mahal.

Mereka pun mengembangkan ide agar dapat mengawetkan lobster serta makanan lainnya. 

Kemudian mereka mengawetkannya ke dalam kaleng setelah Peter Durand mematenkan inovasi tersebut. 

Baca juga: Berkunjung ke Tanah Gayo, Ini 5 Kuliner Autentik yang Wajib Dicicipi

Lobster kalengan pun akhirnya bisa diedarkan ke beberapa kota. 

Karena lobster kaleng itu juga orang Eropa yang ada di Amerika dapat merasakan kesegaran lobster sehingga pandangan yang dulunya buruk seketika berubah.

Sekarang lobster banyak dihidangkan secara mewah di restoran besar dengan harga yang tinggi. 

Hal ini juga dipengaruhi oleh populasi lobster yang seiring waktu menurun. 

Budidaya juga sudah dilakukan tetapi permintaan masih belum dapat terpenuhi, sehingga kebanyakan hanya orang kelas atas yang lebih mampu untuk membelinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU