INDOZONE.ID Bagi manusia makanan bukan hanya sekedar kebutuhan organis tetapi melibatkan berbagai kebutuhan yang lain, diantaranya sosial, budaya, ekonomi, dan keyakinan.
Korea Selatan sebagai negara yang kental akan budayanya, memiliki ragam tradisinya sendiri, termasuk dengan makanan.
Makanan Korea tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga merayakan kekayaan budaya dalam setiap gigitannya.
Saat waktu khusus tiba, beberapa hidangan istimewa menjadi bintang utama dalam tradisi kuliner Korea.
Lalu kira-kira, hidangan istimewa apa saja yang menjadi menu khas pada hari tertentu atau perayaan besar di Korea? Mari kita bahas!
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Baby Crab yang Unik, Bikin Bisnismu Makin Hits!
1. Janchi Guksu untuk Pernikahan
Janchi Guksu (잔치국수) adalah olahan mie yang cukup terkenal di Korea. Janchi Guksu memiliki arti "mie perjamuan atau pesta".
Ini adalah hidangan kuah mie pedas yang lezat, menenangkan, dan disajikan sebagai hidangan utama masakan Korea.
Hidangan Janchi Guksu menyajikan mie gandum tipis yang kenyal dengan saus kimchi aromatik pedas, lalu telur rebus lembut dalam kuah kaldu yang hangat.
Janchi Guksu secara tradisional disantap pada hari pernikahan di Korea, sebagai tanda keberuntungan bagi pasangan baru.
Kata 'Janchi' secara harfiah berarti 'perjamuan', karena mie kuah keberuntungan Korea yang populer ini biasanya disediakan untuk hidangan atau perjamuan khusus. Tapi saat ini, Janchi Guksu dapat dimakan kapan saja.
Baca juga: 10 Rekomendasi Restoran Kuliner Nusantara di Jakarta, Waktunya Makan Enak Baru Gajian!
2. Miyeokguk untuk Ibu melahirkan dan Ulang Tahun
Miyeok adalah sup rumput laut khas korea. Miyeok memiliki arti sayuran laut (rumput laut yang dapat dimakan). Miyeokguk (미역국) dibuat dengan miyeok kering, yang merupakan makanan pokok di rumah-rumah Korea.
Miyeokguk biasanya diberikan kepada Ibu yang baru melahirkan untuk menambah nutrisi sang Ibu. Rumput laut pada Miyeokguk kaya akan kalsium dan yodium sehingga sangat bagus untuk ibu menyusui.
Karena Miyeokguk adalah simbol kelahiran, dan juga makanan pertama yang dimakan oleh Ibu baru, maka Miyeokguk juga dianggap sebagai makanan ulang tahun.
Banyak orang tua di Korea yang membuat Miyeokguk untuk anak-anak mereka pada hari ulang tahun untuk merayakannya.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Kerang Dara yang Unik dan Bikin Laris Manis
3. Patjuk untuk Hari Raya Dongji
Dongji (동지) adalah perayaan Titik Balik Matahari Musim Dingin yang terjadi setiap tahun sekitar tanggal 22 Desember. Hari ini memiliki malam terpanjang dalam setahun dengan jumlah siang hari terpendek.
Dongji merayakan kelahiran kembali matahari secara simbolis dan menandakan kembalinya musim semi. Meskipun hari libur tidak resmi, acara dan perayaan yang berkaitan dengan Dongji tetap berlangsung.
Pada saat Dongji, banyak keluarga berkumpul untuk menikmati Patjuk (팥죽) atau bubur kacang merah. Bubur ini dibuat menggunakan kacang merah dan pangsit tepung beras yang dikenal dengan nama Saealshim (새알심).
Kacang merah juga memainkan peran simbolis yang penting. Dahulu orang percaya bahwa hantu tidak menyukai warna merah.
Memakan bubur kacang merah merupakan simbol energi positif dan dipercaya dapat mengusir roh jahat. Saat ini, tidak jarang masyarakat Korea menaburkan kacang merah di sekitar rumah mereka untuk mengusir energi negatif.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Tiram Bakar yang Bikin Bisnismu Makin Hits
4. Songpyeon untuk Chuseok
Chuseok (추석) adalah festival panen musim gugur Korea yang terkadang disebut "Thanksgiving Korea". Chuseok ialah hari libur tiga hari dan merupakan suatu kebiasaan bagi orang Korea untuk menghabiskan liburan bersama keluarga.
Makanan yang menjadi bagian utama perayaan ini adalah Songpyeon (송편), yaitu sejenis kue beras yang biasanya diisi dengan wijen manis atau isian kacang.
Songpyeon dilipat menjadi bentuk setengah bulan lalu dikukus. Konon bentuk setengah bulan ini penting karena melambangkan Dinasti Silla dan masa depan cerah.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Iga Bakar Madu yang Bikin Bisnis Makin Nendang
5. Samgyetang untuk Hari Terpanas di Korea
Di Korea ada hari-hari yang disebut sebagai 3 hari terpanas atau Sambok (삼복), yang tersebar dalam jangka waktu sebulan. Setiap hari memiliki namanya sendiri yaitu Chobok (초복), Joongbok (중복) dan Malbok (말복).
Di masa lalu, Sambok adalah hari libur pertanian dan merupakan hari libur yang cukup penting.
Diperkirakan bahwa cuaca selama Sambok akan menentukan seberapa besar hasil panen yang akan datang. Sambok biasanya terjadi pada bulan Juni dan Juli.
Ketika Sambok terjadi, orang Korea secara tradisional memakan Samgyetang (삼계탕), yaitu sup ayam yang dibuat dengan akar ginseng, bawang putih, dan jujube.
Praktik pengobatan tradisional Korea mengajarkan bahwa Samgyetang memanaskan tubuh dari dalam ke luar, dan dengan demikian merupakan cara terbaik untuk membantu mengeluarkan kelebihan panas dari tubuh.
Kepercayaan ini juga disebut ‘Yi Yeol Chi Yeol’, atau ‘menghilangkan panas dengan panas’. Banyak pengobatan Timur mengajarkan bahwa lebih baik melawan serangan panas dengan makanan dan cairan hangat, daripada sesuatu yang terlalu dingin.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Ayam Bakar Madu yang Bikin Laris Manis
6. Tteokguk untuk Perayaan Tahun Baru
Sejak akhir tahun 1700-an, Tteokguk atau sup kue beras menjadi santapan bersama khususnya pada tahun baru lunar atau orang Korea menyebutnya sebagai Seollal (설날).
Tteokguk (떡국) merupakan sup irisan kue beras yang lembut dan kenyal berbentuk oval dengan kuah daging.
Kue beras berbentuk tabung panjang sebelum dipotong secara tradisional melambangkan kemakmuran (seperti mie), sedangkan irisan berbentuk oval dianggap melambangkan koin, yang diharapkan dapat membawa kekayaan di tahun baru.
7. Yeot untuk Keberuntungan saat Ujian
Yeot (엿) adalah sejenis permen tradisional Korea, yang dibuat menggunakan sirup yang dikeraskan. Yeot secara tradisional dianggap membawa keberuntungan sebelum ujian.
Tekstur Yeot yang lengket diharapkan ketika anak-anak memakannya sebelum ujian, maka materi yang sudah dipelajari akan melekat dalam ingatan mereka.
Penjualan Yeot meroket setiap tahun sebelum ujian masuk perguruan tinggi nasional, karena orang tua dan anggota keluarga siswa sekolah menengah membeli permen tersebut sebagai tanda keberuntungan.
Itulah sejumlah makanan khas yang biasa dimakan oleh orang Korea pada saat-saat tertentu atau ketika merayakan hari besar. Kamu sendiri penasaran untuk mencoba menu yang mana nih?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Creatrip.com, Gastrotourseoul.com