Batagor legendaris Pak Wandi di Tulungagung. (Z Creators/Firmanto Imansyah)
Pecinta kuliner batagor di Tulungagung, Jawa Timur pasti sudah tidak asing lagi dengan batagor Pak Wandi yang melegenda.
Batagor Pak Wandi menjadi salah satu pioner makanan khas Jawa Barat di Kabupaten Tulungagung.
Sejak sekitar tahun 2000-an, batagor Pak Wandi sudah mulai buka dan memilih lokasi depan Plaza Jepun Tulungagungi sebagai tempat dagangnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, akhirnya batagor Pak Wandi harus pindah ke tempat yang baru. Tempat yang sampai saat ini menjadi lahan jualnya, yakni di jalan Yos Sudarso Tulungagung atau sekitar 500 meter ke arah barat dari lokasi semula.
Baca Juga: Ketan Merdeka di Jombang Sejak 1960, Dalam 2 Jam Laku Ratusan Porsi
Meski tidak terlalu jauh dari lokasi awal, tapi kekhawatiran kehilangan pembeli sempat dirasakan oleh Pak Wandi. Sekarang dirinya bisa bernapas lega. Bukannya kehilangan pelanggan, tapi justru sebaliknya.
Kini warung batagor Pak Wandi semakin meroket di Google review dan mendapatkan rating 4,75 dari warganet.
Baca Juga: Cafe Batavia, Kafe Indonesia Pertama di Kota Brussel, Belgia
Ditemui di warungnya, Pak Wandi mengaku tidak menaikkan harga, meskipun kelangkaan minyak goreng sempat melanda Tulungagung beberapa waktu yang lalu. Satu porsi batagornya tetap dijual dengan harga Rp8 ribu .
"Harga ndak saya naikkan. (Harganya) tetap, walaupun harga minyak naik, laba tinggal sedikit, ndak papa," ucapnya.
Dalam satu porsi batagor tersebut, pembeli bisa mendapatkan batagor khas yang digoreng tidak terlalu kering, kemudian sayur kol, telur coklat, kentang dan tentu saja bumbu sambal kacang yang khas.
Wandi mengaku resep yang dipakainya saat ini merupakan resep hasil pengembangannya selama menjadi karyawan di salah satu warung Batagor di Surabaya.
"Saya kan dulu pernah ikut orang di Surabaya, terus kalau masakan dan bumbunya sama, saya kok ndak yakin akan diterima pasar Tulungagung, makanya bumbunya saya modifikasi sedikit agar bisa diterima," katanya.
Wandi menegaskan, sampai saat ini dirinya memilih untuk tidak membuka cabang di lokasi lain, bahkan pengumuman itu disampaikan beberapa kali dalam kolom komentar Google yang mereview makanannya di internet.
"Saya ndak buka cabang, cuman satu ini di Tulungagung," terangnya.
Sementara itu, Eni salah satu pembeli mengatakan sudah menjadi langganan batagor Pak Wandi sejak masih di lokasi yang lama, bahkan sejak seporsi batagor di angka Rp5.000.
"Dulu saya masih harganya Rp5.000-an, sekarang sudah ganti harganya, tetap sama rasanya, sampai anak-anak juga suka," ujarnya.
Artikel Menarik Lainnya:
M District, Kafe-Resto dengan Konsep Open Air Tempat Nongkrong Hits Anak Depok
Sogol Khas Banyuwangi, Perpaduan Toge Rebus dan Kuah Kelapa Parut Buat Santapan Pagi
Rekomendasi Coffee Shop Estetik di Pekalongan, Asyik buat Malam Mingguan
Nikmatnya Sepiring Laksa Khas Tangerang, Kuah Santan Kuningnya Kaya Rempah
Serabi Lak-lak, Jajanan Khas Lombok yang Dimasak Tradisional Pakai Tungku
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: