Ilustrasi makanan yang dilarang untuk ibu hamil (photo/pixabay/Charly_7777)
Ibu hamil memang dianjurkan mengonsumsi beragam jenis makanan untuk mendukung tumbuh kembang janin.
Namun ternyata, tidak semua makanan boleh dikonsumsi ibu hamil karena justru dapat membahayakan janin.
Makanan yang dilarang untuk ibu hamil ini bahkan memicu berbagai penyakit dan keracunan.
Ada beberapa makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil karena dapat memengaruhi perkembangan janin.
Indozone telah merangkum sejumlah makanan yang dilarang untuk ibu hamil berikut ini.
Telur mentah yang setengah atau seperempat matang, menjadi salah satu makanan yang dilarang untuk ibu hamil.
Hal ini karena telur mentah masih mengandung bakteri Salmonella aktif, yang dapat menyebabkan muntah dan diare.
Tak hanya itu, bakteri Salmonella juga berisiko mengakibatkan infeksi cairan ketuban yang berujung pada keguguran.
Daging yang tidak dimasak sempurna kemungkinan besar di dalamnya masih terkandung parasit toksoplasmosis.
Parasit tersebut dapat menginfeksi janin, sehingga perkembangan janin menjadi lambat.
Bahkan, jika infeksinya parah, ibu hamil berpotensi mengalami keguguran atau kematian janin dalam kandungan.
Makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil selanjutnya yaitu ikan yang mengandung tinggi merkuri.
Pasalnya, merkuri dapat menghambat perkembangan janin dan memicu kerusakan otak pada janin.
Beberapa contoh ikan tinggi merkuri yang berbahaya bagi ibu hamil adalah:
Jeroan memang mengandung nutrisi seperti vitamin A dan vitamin B12.
Namun, jeroan juga memiliki kandungan zat tembaga, yang bisa menyebabkan bayi lahir cacat atau prematur.
Jeroan seperti hati ayam, hati sapi, ampela ayam, dan jantung ayam sebaiknya hanya dikonsumsi satu kali dalam seminggu.
Pasteurisasi pada susu merupakan proses pemanasan yang bertujuan untuk membunuh bakteri tanpa menghilangkan nutrisinya.
Susu yang tidak dipasteurisasi dianggap masih mentah karena mengandung bakteri yang dapat mengakibatkan keracunan.
Pada beberapa kasus, susu yang belum dipasteurisasi juga terkontaminasi parasit toksoplasma dan listeria.
Ibu hamil rentan mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah, karena kekurangan nutrisi akibat mual atau muntah berlebihan.
Kondisi ini akan bertambah parah, jika ibu hamil mengonsumsi kafein terutama pada trimester pertama.
Sebab, kafein yang terdapat pada kopi, teh, cokelat, dan soda mampu menghambat penyerapan zat besi.
Padahal, zat besi sangat dibutuhkan untuk menyalurkan oksigen di dalam tubuh, khususnya bagi janin.
Maka dari itu, ibu hamil sebaiknya membatasi konsumsi kafein paling banyak 200 mg per hari atau setara dengan 2 cangkir kopi.
Makanan cepat saji dimasak dengan teknik deep fried yang menggunakan banyak minyak, sehingga tinggi kalori dan lemak trans.
Mengonsumsi makanan cepat saji berlebihan saat hamil, mampu meningkatkan meningkatkan risiko makrosomia yakni ukuran janin terlalu besar.
Itulah sebabnya, makanan cepat saji termasuk makanan yang tidak boleh dimakan oleh ibu hamil.
Nah, itulah sejumlah makanan yang dilarang untuk ibu hamil karena dapat membahayakan janin. Semoga bermanfaat!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: