Ilustrasi ubur-ubur. (freepik)
INDOZONE.ID - Ubur-ubur selama ini dikenal sebagai hewan laut yang menyengat dan berbahaya. Namun siapa sangka, di sejumlah negara Asia Timur, ubur-ubur justru diolah menjadi hidangan premium dengan cita rasa unik dan menyegarkan.
Bagi sebagian orang, mengonsumsi ubur-ubur mungkin terdengar ekstrem. Tapi faktanya, ada beberapa jenis ubur-ubur tertentu yang aman dimakan.
Lantas, apakah ubur-ubur benar-benar bisa dimakan dan bagaimana cara mengolahnya dengan benar? Berikut rangkuman lengkapnya.
Baca juga: Resep Bakso Goreng Ayam Udang Lezat dan Gurih, Anti Gagal
Banyak orang menganggap ubur-ubur sebagai hewan berbahaya yang tidak layak dikonsumsi.
Padahal, faktanya tidak semua jenis ubur-ubur beracun. Ada beberapa jenis yang aman dimakan, salah satunya adalah Rhopilema esculentum yang cukup populer di Asia.
Jenis ini memang telah lama dikonsumsi dan bahkan dikenal memiliki kandungan gizi yang baik.
Di berbagai negara Asia Timur, ubur-ubur bukan sekadar makanan biasa, tetapi sudah dianggap sebagai hidangan premium dan bernilai tinggi.
Selain karena teksturnya yang unik, ubur-ubur juga dikenal rendah kalori namun tetap mengandung nutrisi penting seperti protein, kolin, zat besi, hingga antioksidan.
Dalam 100 gram ubur-ubur, terdapat sekitar 36 kalori dan 5,5 gram protein.
Tak hanya itu, ubur-ubur juga dikenal dengan manfaatnya dalam menjaga elastisitas kulit berkat kandungan kolagen hingga membantu menjaga kesehatan sendi dan berat badan.
Baca juga: Cara Membuat Ikan Bakar Colo-colo yang Enak, Pedas, dan Gurih
Mengolah ubur-ubur tidak bisa sembarangan karena kesalahan sedikit saja bisa berisiko bagi kesehatan. Oleh karena itu, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
Pertama, ubur-ubur harus segera diolah setelah ditangkap karena mudah rusak dari segi kualitas dan kandungannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dapurumami