Bebek Songkem (indonesiakaya.com).
INDOZONE.ID - Kalau ngomongin kuliner bebek dari Jawa Timur, kebanyakan orang langsung kepikiran bebek goreng Madura yang pedas, gurih, dan bikin nagih.
Tapi, jangan salah — ada satu hidangan khas lain yang nggak kalah menarik, bahkan punya nilai budaya yang dalam. Namanya bebek songkem.
Kuliner khas dari Sampang, Madura ini bukan cuma soal rasa, tapi juga menyimpan cerita tradisi yang masih hidup sampai sekarang.
Baca juga: Resep Pan Fry Chicken and Mushroom yang Creamy dan Lezat, Bikin Nagih
Berbeda dari bebek goreng yang identik dengan minyak melimpah, bebek songkem diolah dengan cara yang lebih sehat. Daging bebek dimasak tanpa digoreng, melainkan dikukus dalam waktu lama.
Hasilnya?
Dagingnya empuk, bumbunya meresap sampai ke dalam, tapi tetap terasa ringan saat dimakan. Cocok buat kamu yang ingin menikmati kuliner lezat tanpa rasa “bersalah”.
Yang bikin bebek songkem makin spesial adalah makna di baliknya. Dulu, makanan ini sering dibawa masyarakat sebagai bentuk penghormatan kepada kyai.
Baca juga: Resep Ayam Char Siu yang Juicy dan Lezat, Mudah Dibuat
Biasanya, saat seseorang datang bersilaturahmi atau melakukan sungkeman, bebek songkem dijadikan simbol terima kasih atas ilmu dan bimbingan yang telah diberikan.
Jadi, setiap hidangan yang disajikan bukan cuma soal rasa, tapi juga membawa nilai spiritual dan budaya.
Nama “songkem” ternyata punya arti yang dalam. Saat disajikan, posisi kepala dan leher bebek dibuat menunduk — mirip seperti orang yang sedang sungkem.
Gestur ini melambangkan kerendahan hati dan rasa hormat. Dari sini, terlihat jelas bahwa kuliner ini bukan sekadar makanan, tapi juga sarat filosofi kehidupan.
Baca juga: Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Bakpao dan Mantau
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Indonesiakaya.com