Tendon Tenya (Foto: Dewi Kania/Z Creators)
INDOZONE.ID - Tempura salah satu makanan Jepang yang populer di Indonesia. Terlebih di bulan Ramadhan ini, orang Indonesia paling suka makan gorengan dan kamu wajib coba tempura gorengan asal Jepang.
Karena makanan Jepang cukup populer, tak heran jika restoran Jepang di Jakarta ini selalu ramai pengunjung. Bahkan kemunculan restoran Jepang tak hanya dalam skala besar tapi juga UMKM.
Nah, salah satu restoran asli Jepang yang kini sedang hype di Indonesia adalah Tendon Tenya. Menu utamanya adalah tempura yang dibuat oleh chef lokal yang belajar di Jepang dan sebagian juga menggunakan bahan lokal.
“Kami ingin memperkenalkan tendon tempura nomor satu di Jepang kepada masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta,” ujar Director of PT Prima Makmur Kuliner Robin Makmur saat Grand Opening Tendon Tenya di Central Park Tribeca Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Baca juga: Resep Kakiage, Tempura Sayuran Ala Jepang
Dijelaskan lebih lanjut, tendon adalah nasi yang di atasnya ada tempura dengan saus manis Jepangnya. Menu ini yang paling klasik dan banyak disukai orang Indonesia.
“Kalau udah berapa kali coba Tendon-nya, boleh juga cobain tempura celupnya, jadi itu tempuranya kering, nanti ada celupan rasa asinnya,” kata Robin.
Menu tendon tempura khas Jepang yang nikmat untuk buka puasa. (Foto: Dewi Kania/Z Creators)
Bahkan selama bulan Ramadhan ini, saat bukber kamu bisa mencoba set menu All Star Tendon tempura udang, ayam, serta aneka bakso seafood, Asakusa Tendon yang berisi full tempura udang, serta Tenya Beef Bowl yang semua ini disajikan dengan miso soup, wakame salad, sweet potato tempura, takjil dan ocha.
“Tapi kita juga ada menu-menu lain, seperti kids menu dan lain-lain, supaya nggak pernah bosen lah dengan menu di sini gitu. Tendon-nya juga terkenal dengan menu Udon dan Sobanya juga, ada yang dingin dan ada yang panas,” tambah Robin.
Baca juga: Bentuknya Mirip Tempura Jepang, Makanan ‘Aneh’ Ini Dibuat Pakai Terasi Lalu Disiram Petis
Dikatakan Robin, banyak orang Indonesia yang berharap dengan rasa makanan tempura ini mirip dengan aslinya di Jepang. Karena itu, semua chef lokal di sini dikirim ke Jepang untuk melakukan training sesuai dengan standar restoran aslinya di Negeri Sakura.
“Saking kita serius banget untuk trainingnya, tim-tim kita di sini ada sampai sekitar 8 orang yang dikirim ke Jepang bahkan untuk training di sana,” kata Robin.
Di samping itu, selain bahan baku makanan diimpor dari Jepang, beberapa ada yang menggunakan hasil sumber daya alam lokal seperti seafood-nya. Walau begitu cita rasanya tetap tak berkurang seperti yang disajikan di restoran Jepang asli dan sesuai SOP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan