INDOZONE.ID - Bulan Ramadhan terasa tidak lengkap bagi masyarakat Indonesia jika tidak berbuka puasa dengan gorengan. Akan tetapi, kamu tidak boleh sembarangan memilih gorengan jika tidak mau merugi setelahnya.
Bulan Ramadhan jadi waktu yang pas untuk menjelajah rasa. Setelah belasan jam berpuasa, berbuka dengan makanan kesukaan jadi pilihan banyak orang.
Resep mendoan gorengan rumahan (Instagram/@siscasantosa)
Bagi masyarakat Indonesia, gorengan merupakan salah satu menu wajib untuk berbuka puasa. Dikombinasikan dengan lontong dan sambal kacang, gorengan terasa begitu nikmat kala dimakan usai berpuasa.
Namun, kamu tidak boleh membeli gorengan begitu saja tanpa tahu risiko yang menanti jika tidak selektif. Yuk, simak tips memilih gorengan untuk buka puasa Ramadhan.
Baca juga: Gorengan Serangga Jajanan Renyah Asal Gunungkidul yang Ternyata Jadi Sumber Protein
Pas sampai di penjual gorengan, ada baiknya kamu mengintip wajannya. Jika minyak di wajan dalam kondisi bagus, kamu bisa membeli gorengan tanpa perlu berpikir panjang.
Namun, jika minyak berwarna keruh seperti kopi hitam atau oli motor, kamu perlu berpikir dua kali sebelum membeli gorengan tersebut.
Bagaimanapun, minyak yang telah dipakai berulang kali, tidak sehat untuk tubuhmu. Sebab, minyak tersebut mengandung lemak jenuh yang tinggi dan zat karsinogenik.
Pengetahuan sederhana perihal menggoreng makanan, adalah menggorengnya hingga berwarna keemasan.
Nah, gorengan dengan warna keemasan harus jadi pilihan utama kamu saat membelinya. Warna keemasan menandakan gorengan dimasak dengan suhu dan waktu yang tepat.
Apabila gorengan yang dijual berwarna cokelat tua, kemungkinan minyaknya sudah kotor atau digoreng terlalu lama.
Lalu, jika gorengannya pucat, kemungkinan suhu saat memasak tidak terlalu panas. Gorengannya justru menyerap minyak terlalu banyak saat proses memasak.
Gorengan umumnya diperjualbelikan kepada konsumen dengan koran atau majalah sebagai pembungkus. Padahal, gorengan dalam kondisi panas serta berminyak, bisa membuat tinta di kertas koran atau majalah luntur hingga menempel ke makanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan, Kemkes RI, Balkes Magelang