Makanan khas Nepal, Buffalo Sukuti (Daging Kerbau Kering). (sumber: Wikipedia.org)
INDOZONE.ID - Pernah membayangkan seperti apa rasanya menjelajahi ibu kota Nepal, Kathmandu, sambil berburu kuliner jalanan yang otentik? Dua travel vlogger dari kanal YouTube @leeandlucytravel membuktikan bahwa kota ini adalah surga bagi para pencinta makanan. Mereka berhasil mencicipi 14 hidangan ikonik, mulai dari sarapan hingga makan malam, yang dijamin bikin kamu ngiler.
Perjalanan kuliner dimulai di dekat Durbar Square. Pilihan sarapan mereka jatuh pada hidangan khas bernama Buffalo Skewers (Secua). Sate kerbau bakar yang disajikan dengan nasi kembung (puffed rice) dan saus cocolan pedas menjadi starter yang sempurna untuk petualangan ini. Rasanya yang gurih, pedas, dan sedikit berasap langsung membangkitkan selera makan.
Baca juga: Berkunjung ke Situs Suci di Nepal, Wisatawan Dilarang Membuat Video TikTok
Bicara soal kuliner Nepal, tidak lengkap rasanya tanpa mencicipi momo. Pangsit kukus ini adalah makanan paling populer di sana. Tak puas hanya satu jenis, Lee dan Lucy mencicipi beragam varian momo di beberapa tempat, termasuk momo kerbau kukus dengan saus cabai super pedas di dekat stupa, momo ayam goreng renyah di kawasan Tamel, dan momo ayam kukus dari warung kecil yang tersembunyi di gang-gang.
Semua momo ini memiliki ciri khasnya masing-masing, dari yang empuk dan berisi hingga yang renyah dan gurih, membuktikan mengapa hidangan ini sangat dicintai.
Salah satu hidangan paling berkesan adalah Dal Bhat, makanan tradisional yang terdiri dari nasi, sup lentil (dal), dan aneka lauk pauk seperti kari kambing, sayuran bayam, serta acar. Menurut penduduk lokal, Dal Bhat adalah "hidangan kekuatan" yang bisa memberikan energi hingga 24 jam. Porsinya yang besar dan rasanya yang kaya rempah membuat Lee dan Lucy sangat terkesan.
Baca juga: Asyiknya Berkunjung ke Nepal Van Java, Serasa Lagi di Negeri Awan
Selain hidangan utama, petualangan kuliner mereka juga diisi dengan berbagai jajanan unik:
Mereka juga mencicipi hidangan lain seperti Buffalo Sukuti (daging kerbau kering), Buffalo Kima Noodles (mi dengan cincangan daging kerbau), dan aneka minuman lokal seperti jus tebu segar.
Secara keseluruhan, tur kuliner di Kathmandu ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang pengalaman otentik, di mana mereka menemukan hidangan lezat dengan harga sangat terjangkau di warung-warung kecil yang dikelola keluarga. Petualangan ini membuktikan bahwa Nepal tak hanya indah alamnya, tetapi juga kaya akan kuliner yang siap memanjakan lidah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube/@leeandlucytravel