Ilustrasi ayam Taliwang (freepik.com)
INDOZONE.ID - Kalau Kamu mengaku pecinta kuliner pedas, belum sah rasanya kalau belum menjajal ayam taliwang asli dari Lombok Timur.
Bukan sekadar ayam bakar biasa, ayam taliwang adalah senjata andalan kuliner Nusa Tenggara Barat dengan cita rasa pedas gurih yang langsung mencuri perhatian sejak gigitan pertama dan bikin nagih.
Baca juga: Bakmi Gang Kelinci: Mie Legendaris Favorit Tak Lekang Zaman, Antrean Nggak Pernah Bohong!
Ayam taliwang dikenal dengan sambal super pedas yang dibalur ke seluruh permukaan ayam, lalu dibakar sampai aromanya merasuk sempurna.
Tapi yang membuatnya beda dari sajian ayam lainnya adalah komposisi bumbunya yang “brutal” tapi tetap seimbang—perpaduan antara cabai merah kering, bawang putih, terasi, gula merah, dan kencur yang ditumbuk halus lalu ditumis.
Yang digunakan pun bukan sembarang ayam. Penduduk lokal biasanya memakai ayam kampung muda yang ukurannya kecil tapi dagingnya kenyal dan gurih.
Ayam taliwang dimarinasi terlebih dahulu dengan campuran garam dan perasan jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis sekaligus memberikan sentuhan rasa segar.
Setelah itu, ayam dibakar perlahan sambil terus diolesi sambal khas yang pedas dan harum, hingga bumbunya meresap sempurna ke dalam daging.
Hasil akhirnya? Daging ayam yang juicy dan lembut, dilapisi sambal pedas yang menggigit tapi justru bikin ketagihan.
Baca juga: Resep Udang Cabe Ijo yang Lezat dan Pedasnya Nagih!
Meskipun sekarang banyak ditemukan di berbagai kota, ayam taliwang sebenarnya berasal dari desa Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Lombok Timur.
Konon, hidangan ini dulu disiapkan secara khusus untuk menyambut tamu-tamu penting kerajaan—menjadi simbol kehormatan sekaligus keistimewaan dalam tradisi kuliner Lombok.
Dalam prosesnya, masyarakat Suku Sasak yang menjadi penduduk asli Lombok, meramu bumbu dengan teknik turun-temurun.
Resepnya pun tetap dijaga ketat dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rena’s Travels And Tastes